Dark/Light Mode

Konglomerat Rokok Disindir Netizen

Kirain Kirim BLT Ke Rakyat, Eh Kirim Surat Ke Presiden

Senin, 14 September 2020 05:24 WIB
Bos Grup Djarum Robert Budi Hartono (Foto: Istimewa)
Bos Grup Djarum Robert Budi Hartono (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Ketiga, Pemerintah harus melaksanakan testing, isolasi, tracing, dan treatment. Sejauh ini, masih banyak kekurangan dalam hal isolasi dan contact tracing. Keempat, perekonomian tetap harus dijaga. Sehingga aktivitas masyarakat yang menjadi motor perekonomian dapat terus menjaga kesinambungan kehidupan bermasyarakat hingga pandemi ini berakhir. 

Menurut Budi, melaksanakan PSBB yang tidak efektif berpotensi melawan keinginan masyarakat yang menghendaki kehidupan new normal. Seperti hidup dengan pembatasan, memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, dan lainnya. 

Baca juga : Tolak Revisi UU KPK, Agus Rahardjo Bakal Surati Presiden

"Masyarakat lebih takut kehilangan pekerjaan dan pendapatan, serta kelaparan daripada ancaman penularan Covid-19. Beberapa lembaga survei menunjukkan hasil riset seperti itu. Di antaranya Vox Populi, CPCS, dan Indo Barometer. Di mana masyarakat rata-rata di atas 80 persen tidak menghendaki adanya PSBB kembali," cetusnya. 

Pengamat politik Syahganda Nainggolan meminta agar Anies tak terpengaruh manuver Budi Hartono. Menurutnya, yang dilakukan Anies sudah benar. Dia pun menegaskan, yang harus didengar Anies adalah suara orang miskin, rakyat kecil. "Anies harus berpegang teguh pada suara orang termiskin. Kakekmu yang merdekakan negeri ini. Not para taipan. Jika PSBB selamatkan nyawa rakyat, tegas laksanakan. KAMI dukung!" cuitnya, dalam akun Twitter @syahganda.

Baca juga : BPK Beberkan Masalah Di Industri Sawit, Luhut Mau Lapor Ke Presiden

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu heran dengan sikap Budi Hartono. Dia pun menyindir, ketimbang mengirim surat ke Presiden, mending orang terkaya ke-54 di dunia itu memberi bantuan ke masyarakat miskin.  

"Gejala baru. Orang terkaya mengirim surat dan dibocorkan oleh orang kaya yang lain untuk 'atur' kebijakan. Kirain kirim sumbangan ke orang miskin, ternyata kirim surat," cetusnya, dalam melalui akun @msaid_didu. 

Baca juga : Sepeda Is Back, Rakyat Senang Terima Kasih Bapak Presiden...

Didu meminta agar Budi Hartono memupuk jiwa kemanusiannya ketimbang terus memikirkan ekonomi. Sebab, tanpa PSBB saat ini, tingkat penularan semakin tinggi. Jika rumah sakit rujukan penuh, banyak pasien yang tidak terlayani.  

Saking kesalnya, Didu pun berhenti menggunakan salah satu produk grup perusahaan milik Budi Hartono. "Pengumuman: Demi duka cita para korban Covid-19, atas protes pemilik Djarum terhadap kebijakan selamatkan nyawa rakyat Indonesia. Setelah 35 tahun saya merokok Djarum Super, saat ini saya menyatakan berhenti merokok Djarum Super. Selamat tinggal," pungkasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.