Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan pemerintah tetap melanjutkan Pilkada Serentak 9 Desember bikin Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj geregetan. Hal ini disampaikan Kiai Said saat membuka konferensi Besar NU 2020 yang digelar secara virtual, kemarin.
Wapres Ma’ruf Amin mengikuti acara ini dan sekaligus membuka acara secara virtual. Dalam pidatonya, Kiai Said menegaskan, alasan meminta penundaan Pilkada dilatari faktor kemanusiaan. Artinya, mengutamakan keselamatan jiwa rakyat di tengah pandemi Corona.
Menurut dia, mendahulukan keselamatan itu adalah perintah agama dan konstitusi. “Segalanya bisa ditunda. Tapi keselamatan nyawa tidak bisa ditunda,” tegas Kiai Said. Kiai asal Kempek, Cirebon itu mengatakan, permintaan menunda Pilkada itu bukan karena NU mau menghalang-halangi, menghambat atau mempersulit proses demokrasi. Sama sekali tidak. Tapi betul-betul semata-mata karena kemanusiaan. “Karena itu kami mengajak seluruh pihak agar menjadikan kemanusiaan sebagai komandan kebijakan kita, bukan kepentingan politik,” cetusnya.
Apalagi, kata dia, jika merujuk konstitusi, Pilkada langsung bukan amanat dari konstitusi. Pilkada langsung merupakan perintah Undang-Undang yang posisinya lebih rendah dari konstitusi.
Baca juga : Bos NU Seirama Dengan JK
Menurut dia, konstitusi hanya memerintahkan kepala daerah dipilih secara demokratis. Sehingga pemilihan bupati, wali kota atau gubernur bisa oleh DPRD juga sudah dianggap demokratis. Konstitusi hanya memerintahkan pemilihan langsung hanya untuk presiden dan wakil presiden.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya