Dark/Light Mode

Ulama Ditusuk, Masjid Diacak-acak

Teroris Saja Nggak Begini

Kamis, 1 Oktober 2020 07:17 WIB
Petugas memeriksa Mushola Darussalam, di Tangerang yang dicoret-coret Satrio. (Foto: Istimewa)
Petugas memeriksa Mushola Darussalam, di Tangerang yang dicoret-coret Satrio. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Satrio mengaku melakukan hal itu karena terinspirasi konten video di YouTube. "Dia meyakini tindakannya itu benar," ucap Ade, tanpa menjelaskan detailnya. Penyidik masih mendalami motif Satrio. Mereka akan melibatkan ahli bahasa, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, hingga psikolog dalam proses pemeriksaan Satrio.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Satrio melakukan perbuatan itu atas keinginan sendiri. Tidak ada indikasi disuruh kelompok atau golongan tertentu. Dia pun ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 156a dan atau pasal 156 KUHP. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara.  

Perusakan mushola oleh Satrio ini merupakan kasus ketiga kalinya di bulan September rumah ibadah umat Islam diacak-acak. Rabu (23/9), sekitar pukul 6 pagi, Masjid Nurul Jamil di Jalan Bukit Dago Selatan, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, dilempari batu. Akibatnya, kaca-kaca masjid itu pecah. Pelaku berinisial DB diamankan warga dan diserahkan ke polisi. Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya menyebut, penyidik sudah memeriksa saksi-saksi yang melihat di TKP. "Motifnya masih kita dalami," tuturnya.  

Baca juga : Nih, Aturan Pakai Masker Biar Nggak Disanksi

Dua hari kemudian, Jumat (25/9) dini hari, giliran Masjid Al-Muslihun, Cidadap, Bandung yang dirusak. Kasubag Humas Polrestabes Bandung, AKP Rahayu Mustikaningsih menyebut, pelaku berinisial T melemparkan batu yang mengakibatkan sebagian kaca jendela masjid pecah.

Menurut Rahayu, berdasarkan keterangan kakak T, pelaku mengalami gangguan kejiwaan sejak 2010 akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala. Pelaku pun dibawa ke RSJ Cisarua untuk mendapatkan perawatan. 

Rangkaian aksi keji ini menuai kutukan. Sekjen MUI, Anwar Abbas mengatakan, aksi mengacak-acak masjid dan mushola merupakan tindakan biadab. “Perbuatan tidak beradab dan tidak bertanggung jawab itu jelas menyakiti hati umat Islam," ujar Anwar, kemarin. 

Baca juga : Mega Ngaku Masih Dipanas-panasin Nyapres

Insiden-insiden itu tidak boleh dibiarkan, agar tidak menimbulkan keresahan dan kegaduhan. Dia pun meminta aparat penegak hukum segera memproses kasus tersebut dan menindak pelaku sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku. "Kita tentu berharap kehidupan bermasyarakat tak terganggu karena ini," harapnya. 

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin juga ikut mengutuk keras. "Aksi tersebut mencederai umat muslim," tegas Azis, kemarin. Meski begitu, Azis mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian. Untuk polisi, dia meminta melakukan penyidikan secara utuh untuk menemukan motif sesungguhnya pelaku.

Warganet juga turut mengecam. "Itu teroris menyerang ulama, ustadz, masjid," cuit @psikogiarto. Akun @AlsNugrahaa menyambar. "Itu mah lebih-lebih dari teroris bro. Teroris aja nggak begini loh," imbuhnya. Sementara, beberapa warganet mencuit satir soal label "teroris". "Semua yang merusak Masjid dan melakukan penyerangan terhadap ulama sudah pasti gangguan jiwa, stres, atau gila. Kalau pelakunya beragama Islam dan merusak selain masjid sudah pasti teroris," sindir @Hery_Suhendra28. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.