Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Vaksinasi Covid-19
Informasi Yang Belum Final Tidak Perlu Diributkan, Oke?
Minggu, 25 Oktober 2020 05:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi harus bersabar. Tunggu prosesnya selesai. Tak usah meributkan informasi yang belum final. Koordinator
Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat bersabar dan cermat dalam memilah dan menyikapi informasi perkembangan penanganan Covid19. Khususnya masalah vaksin.
“Pemberitahuan aspek vaksinasi yang bersinggungan dengan masyarakat akan didiseminasikan secara transparan, secara bertahap. Sehingga jika belum diumumkan secara gamblang oleh pemerintah, maka hal itu masih tahap perumusan,” jelas Wiku dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/10).
Tentang perkembangan vaksin terkini, Wiku menyampaikan, pemerintah masih menyelesaikan tahapan pengembangan uji klinis fase 3 yang dilakukan di Universitas Padjajaran di Bandung, Jawa Barat.
Baca juga : Peta Jalan Vaksinasi Harus Selaras dengan Program Pemulihan Ekonomi
Dalam pengembangan vaksin, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahap pertama, pengembangan vaksin melakukan penelitian dasar. Ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains dan biomedis.
Para ilmuwan meneliti tentang virusnya dan sel-sel terkait virus. Menurutnya, sel-sel yang diinfeksi virus tersebut kemudian diperbanyak. Sel-sel yang diperbanyak ini akan diteliti dan dilihat bagaimana reaksinya.
Selanjutnya diekstraksi virusnya dalam jumlah yang lebih banyak. “Dalam tahap ini, biasanya sudah mulai membuat vaksin dalam jumlah yang terbatas,” katanya.
Tahap kedua, uji praklinik untuk memastikan bahwa vaksin yang dibuat dilakukan pengujian terhadap sel dan dilanjutkan dengan hewan percobaan.
Baca juga : Perjalanan 9 Bulan Hadapi Covid-19, Ini Strategi Yang Dipilih PT Angkasa Pura II
Tahapan ini, kata Wiku, sering disebut studi in vitro dan in vivo. Yaitu, untuk mengetahui keamanan vaksin sebelum diujicobakan kepada manusia.
“Proses ini, kami ingin memastikan sel-sel atau badan sel yang dimatikan dari virus diambil dan dimodifikasi supaya bisa menjadi bahan vaksin yang tepat, sebelum diuji pada uji praklinis,” ujar Wiku.
Setelah uji praklinik berhasil, maka dilanjutkan uji klinis fase 1. Yaitu, ilmuwan memastikan sampel vaksin minimal 100 vaksin, yang diujicobakan pada manusia untuk memastikan keamanan pada manusia.
Kemudian, menilai farmakokinetik dan farmakodinamik. Selanjutnya, masuk uji klinis fase 2 yang menggunakan sampel vaksin antara 100 sampai dengan 500 orang.
Baca juga : Produksi Vaksin Covid-19 Masih Tergantung Sinovac
Setelah lulus fase 2, maka masuk uji klinis fase 3 untuk melakukan uji coba. Di sini melibatkan sampel minimal 1.000 - 5.000 orang untuk menilai dan memastikan keamanan, efektivitas dan manfaat yang didapatkan.
“Apabila fase 3 ini tuntas dan hasilnya memuaskan, maka akan masuk fase berikutnya, yaitu fase persetujuan. Fase persetujuan ini kami pastikan vaksin mendapatkan persetujuan dari lembaga pengawas obat dan makanan serta kesehatan,” kata Wiku.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya