Dark/Light Mode

Gelar Wisuda Ke-15

President University Ajak Gunakan Peluang Unik Di Tengah Pandemi

Senin, 26 Oktober 2020 13:12 WIB
Wisuda ke-15 President University yang digelar secara virtual, Minggu (26/10). (Foto: Dok. President University)
Wisuda ke-15 President University yang digelar secara virtual, Minggu (26/10). (Foto: Dok. President University)

RM.id  Rakyat Merdeka - Era Revolusi Industri 4.0 yang dipicu perkembangan teknologi menawarkan banyak peluang baru. Namun, untuk bisa merebut peluang tersebut, yang dituntut bukan hanya harus mampu menguasai teknologi, tetapi juga harus mampu dengan cepat beradaptasi.

Demikian disampaikan Rektor President University Prof Jony Oktavian Haryanto, dalam upacara wisuda ke-15 yang diadakan secara daring, Minggu (25/10). Upacara wisuda kali ini mengambil topik “Economics Development through Combination of Artificial Intelligence and Automation”. Wisuda diikuti hampir 1.000 mahasiswa. 

Baca Juga : Sulit Jadi Juara Dunia, Dovi Lempar Handuk

Dalam sambutannya, Prof Jony juga menekankan bahwa upacara kelulusan ini bukan penanda akhir dari proses belajar dari para wisudawan, tetapi malah sebaliknya. “Setelah lulus, saya justru mengajak semua wisudawan untuk terus meningkatkan pengetahuan. Belajar dan terus belajar agar kita menjadi semakin adaptif, mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tren yang terjadi di dunia industri,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Senin (26/10).

Hal tersebut juga dilakukan President University. Prof Jony menjelaskan, selain mempersiapkan mahasiswa agar mampu meraih prestasi akademik dan memiliki sikap profesional, President University juga mendidik mahasiswa untuk menguasai berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berbasis Teknologi Komunikasi dan Informasi. “Mata kuliah yang berbasis ICT (Information & Communication Technology) wajib diikuti seluruh mahasiswa di semua program studi,” jelasnya. 

Baca Juga : Gandeng Bank Danamon, Manulife Indonesia Hadirkan Asuransi Kesehatan Terjangkau

Untuk meningkatkan serapan lulusan di pasar tenaga kerja, President University menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan dari berbagai bidang industri. Realisasi kerja sama itu dilakukan dengan berbagai bentuk, seperti kuliah tamu dari para praktisi, magang, company visit, kerja sama riset, mentoring dan lain sebagainya. “Berkat magang, banyak mahasiswa kami yang sudah mendapat tawaran pekerjaan, meski mereka belum lulus kuliah,” ucap Prof Jony.

Selain dengan industri, President University juga aktif menjalin kerja sama dengan universitas-universitas terbaik di dunia. Di antaranya, University of Glasgow, United Kingdom. Kerja sama itu meliputi peluang beasiswa bagi alumni President University yang melanjutkan studi di University of Glasgow.

Baca Juga : Gara-gara Covid-19, Laba Bersih Bank Mandiri Tergerus 30 Persen

Di sisi lain, guna meningkatkan daya saing, termasuk bagi lulusannya, President University terus membenahi proses penyelenggaraan program pendidikannya. Hasilnya, President University memperoleh akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). 

Beberapa pekan menjelang wisuda, beberapa program studi (prodi) di President University juga mendapatkan akreditasi A. Di antaranya Prodi Hukum dan Magister Teknik Informatika (MIT). Sebelumnya beberapa prodi juga telah terakreditasi A, yakni Sistem Informasi, Teknik Informatika, Manajemen, dan Administrasi Bisnis. 
 Selanjutnya