Dark/Light Mode

Yang Berhak Mewakili Istana: Moeldoko, Pratikno, Pramono

Fadjroel Dan Ngabalin Bagaimana Nasibnya

Jumat, 13 November 2020 06:18 WIB
Kepala KSP Jenderal (Purn) Moeldoko (Foto: Istimewa)
Kepala KSP Jenderal (Purn) Moeldoko (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pengamat kebijakan Publik, Agus Pambagio, memandang, selama ini Presiden Jokowi tak terlihat menggunakan jubir. Memang ada Fadjroel. Namun, dia melihat Fadjroel sering bicara atas nama pribadi, bukan Presiden. 

"Kalau ngetwit saja atas nama dia bukan atas nama Presiden. Makanya, saya selalu tanya, siapa jubir Presiden," katanya, ketika dihubungi Rakyat Merdeka, semalam.

Baca juga : Sandiaga Berharap Prabowo Tingkatkan Produksi Pangan Nasional

Bahkan, dia sempat mengira jubir Presiden adalah Menko Polhukam Mahfud MD. Sebab, Mahfud yang sering bicara dan menjabarkan hasil-hasil rapat dan kebijakan pemerintah. "Nah, sekarang Presiden sudah menjelaskan tiga orang (Moeldoko, Pratikno, Pramono Anung) itu yang mewakili Presiden," terangnya. 

Menurutnya, hal ini sangat wajar. Sebab, di era Soeharto dulu, juga tidak ada jubir. Soeharto menggunakan Mensesneg sebagai jubir. “Itu kan wewenang Presiden untuk menentukan yang mewakili dia bicara," tandasnya.

Baca juga : Hanya Sri, Moeldoko, Teten dan Doni yang Berani Bicara

Pakar Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menduga, penegasan ini disampaikan Moeldoko karena Istana sedang memperbaiki pola komunikasi publik. Supaya semua orang di Istana itu tidak dianggap representasi negara. 

"Kalau saya membaca, ini sebagai upaya pemerintah memperbaiki pola komunikasi publik ke depan," tuturnya, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.