Dark/Light Mode

Yang Berhak Mewakili Istana: Moeldoko, Pratikno, Pramono

Fadjroel Dan Ngabalin Bagaimana Nasibnya

Jumat, 13 November 2020 06:18 WIB
Kepala KSP Jenderal (Purn) Moeldoko (Foto: Istimewa)
Kepala KSP Jenderal (Purn) Moeldoko (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko meminta publik dapat memilah pernyataan-pernyataan yang keluar dari pejabat atau staf di lingkungan Istana. Menurutnya, tidak semua pernyataan mereka merepresentasikan Istana. 

Kata Moeldoko, yang merepresentasikan Istana itu cuma tiga orang: dirinya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. Wah, kalau seperti ini, posisi Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, dan Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin, bagaimana ya?

Moeldoko menyampaikan hal ini karena tidak ingin ada salah kutip atau salah persepsi. "Kita sepakati dulu. Representasi Istana itu adalah saya, Pak Pratik, dan Pak Pramono. Kalau Tenaga Ahli KSP berbicara, (itu) atas nama Kantor KSP, bukan atas nama Istana," jelasnya, kemarin.

Baca juga : Sandiaga Berharap Prabowo Tingkatkan Produksi Pangan Nasional

Soal pernyataan staf di KSP, mantan Panglima TNI ini siap tanggung jawab. Namun, dia berharap, pernyataan staf itu tidak dianggap mewakili Istana. Contohnya, saat ada staf menyampaikan informasi Covid-19 yang banyak terinfeksi di kantornya. Juga soal hibah sepeda dari presenter Daniel Mananta. 

“Jadi, kalau ada salah, saya yang bertanggung jawab. Bukan Presiden. Itu harus clear dulu, biar nggak simpang siur,” ucapnya.

Soal hibah sepeda dari Daniel Mananta memang sempat heboh. Sebelumnya, sepeda itu disebut diberikan untuk Presiden Jokowi. Atas informasi ini, banyak orang berkomentar. Bahkan, KPK meminta Jokowi melaporkan pemberian sepeda itu sebagai gratifikasi. 

Baca juga : Hanya Sri, Moeldoko, Teten dan Doni yang Berani Bicara

Moeldoko kemudian mengklarifikasi. Hibah itu bukan untuk Presiden. Hibah itu untuk Kantor KSP. Presiden Jokowi tidak tahu sama sekali masalah ini. Tapi karena sudah tersebar luas, Moeldoko risih. 

"Saya harus jujur, saya mohon maaf hal-hal seperti itu, saya harus jujur. Tapi semua dalam tanggung jawab saya selaku Kepala KSP," sebutnya. 

Apakah Jubir Presiden ataupun Staf Khusus Presiden juga dapat mewakili Istana? Moeldoko jawab, jabatan tersebut juga secara struktural tidak berada dalam wewenangnya. "Sebenarnya, staf khusus ada di bawah koordinatornya. Saya nggak etis mengomentari itu. Saran saya, supaya ditanyakan ke Pak Ari Dwipayana," ucapnya.

Baca juga : Corona Mewabah, Istana Sesalkan Bupati Poso Adakan Pertemuan Massa

Bagaimana tanggapan Fadjroel dan Ngabalin? Sampai tadi malam, keduanya belum berkomentar. Telepon dan pesan singkat dari Rakyat Merdeka belum dijawab.

Yang merespons baru dari Tenaga Ahli Utama KSP, Ade Irfan Pulungan. Dia memastikan ikut dengan kebijakan Moeldoko. "Aku boleh saran, nanti tanya ke Seskab dan Sesneg juga. Kita manut saja," ucapnya, singkat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.