Dark/Light Mode

Dibilang Tak Paham Solo, Gibran Kesal

Sabtu, 5 Desember 2020 07:24 WIB
Gibran Rakabuming Raka (Foto: Ist)
Gibran Rakabuming Raka (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Debat Pilkada Kota Solo putaran kedua berlangsung sedikit panas. Bagyo Wahyono menyebut Gibran Rakabuming Raka anak bau kencur yang tidak paham Kota Solo. Diserang begitu, putra sulung Presiden Jokowi itu kesal.

Debat putaran kedua Pilkada Kota  Solo berlangsung, Kamis (3/12) malam. Di awal debat, retorika kedua pasangan calon masih sebatas menyampaikan program. Belum kelihatan saling gondok-gondokan, apalagi menyerang personal.

Separuh waktu berjalan, dua pasangan kandidat mulai melancarkan serangan satu sama lain. Serangan pertama dilakukan Bagyo. Calon perseorangan itu mencibir Gibran sebagai anak muda yang tak paham budaya. Bahkan, dia pesimis Gibran bisa memajukan budaya leluhurnya itu.

"Budaya Kota Solo mau jenengan bawa ke mana? Budaya kultur Kota Solo kan jenengan belum begitu tahu-tahu banget lah," sindir Bagyo kepada Gibran.

Mendengar ucapan Bagyo, Gibran kesal. Padahal putra sulung Presiden Jokowi ini dikenal irit bicara. Orangnya kalem, cenderung cuek. Tapi ketika dibilang tak tahu apa-apa soal Solo, wajahnya langsung memerah.

Gibran pun langsung menjawab pertanyaan dari lawannya itu. Menurut bos Markobar ini, dia sudah blusukannya ke lima kecamatan di Solo, menemui para aktivis seni budaya. Dia pun mengaku sudah menyerap aspirasi dari masyarakat Solo.

Baca juga : Ibu Hamil Tak Usah Stres, Jangan Takut Kontrol Ke RS

"Saya memang masih muda Pak dan masih harus banyak belajar. Tapi saya akan melestarikan Sekaten, Grebek Sudiro dan Gamelan saya akan kenalkan ke murid-murid sekolah," ujarnya.

Gibran gantian menyerang Bagyo. Dia menyindir Bagyo yang baru akan menyerap aspirasi rakyat setelah terpilih. "Memang banyak sekali kekurangan, kita sama-sama cari solusi, bukan saling menghina," ujar Gibran.

Dengan nada tinggi, Bagyo keberatan pertanyaannya disebut menghina. Pria yang berprofesi sebagai penjahit baju itu hanya mempertanyakan nasib seni budaya Solo. Sebab, menurut Bagyo, banyak seniman yang kehidupannya luntang-lantung. "Itu fakta yang saya dapat dari kenalan saya sebagai seniman Ketoprak," ujarnya.

Tak lama usai Bagyo selesai bicara, Gibran langsung mengambil mik dan bergegas maju. "Pak, kalau Ketoprak bisa dilihat di Balekambang, Pak," sautnya. 

Belum sempat melanjutkan paparannya, Gibran langsung ditegur moderator karena tak ada lagi sesi untuk menanggapi "Silakan kembali," suruh moderator.

Debat berlanjut saat sesi pembahasan kebijakan pengendalian Covid-19. Gibran memberikan pertanyaan soal teknologi mutakhir yang bakal lawannya gunakan dalam menghadapi pandemi.

Baca juga : Risma Diserang Warganet

Alih-alih menjawab, Bagyo justru melancarkan serangan. Dia mempertanyakan, peran pasangan Gibran, Teguh Prakosa yang saat ini menjabat Ketua DPRD Solo. 

Dia heran Teguh diam saja dengan kebijakan Pemerintah Kota Solo yang tidak pro rakyat. "Kenapa di pasar tidak ada (bantuan Pemkot), tiba-tiba lockdown? Pasar itu manusia semua, jenengan harus ke situ, jangan di atas terus," kata Bagyo.

Di sesi terakhir, Gibran mendalami program sungai bawah tanah yang ditawarkan Bagyo dan pasangannya, FX Supardjo (BaJo). Dia menilai, program tersebut tidak realistis dan mempertanyakan sumber dananya.

Mendengar pertanyaan Gibran, Bagyo cepat-cepat ambil mik. Dia tak terima programnya dikritik. Dia meminta Gibran tak meremehkan kemampuan anak bangsa untuk mewujudkan sungai bawah tanah itu. 

"Jangan diharap jenengan aja yang punya konsultan, Mas. Kami punya juga, Mas, walau kita wong cilik," beber Bagyo dengan nada meninggi.

Bagaimana tanggapan Gibran dibilang marah saat debat? Gibran menyebut, nada tinggi saat debat adalah hal wajar.

Baca juga : Tangkap Edhy Prabowo, KPK Turunkan Tiga Kasatgas

"Bukannya nada meninggi, yang namanya debat kan seperti itu. Setelah debat ya salam-salaman lagi. Wong kita semua saudara kok," kata Gibran.

Warganet ikut mengomentari penampilan Gibran. Akun @Indonesianews15 menyemangati Gibran agar tak menghiraukan semua anggapan negatif. 

"Terus maju Mas Gibran, semangat," tegasnya dengan menyertakan link berita berjudul "Nada Suara Gibran Meninggi Usai Disindir Lawan di Debat Pilkada Solo, Moderator Sampai Mengingatkan".

"Kalau nada rendah re dan fa bisik-bisik bukan debat," ujar @percayaNgl. Akun @AfriadiSulfi menimpali. "Panas ni yeh dikatain nggak ngerti budaya solo, hahaha," ledeknya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.