Dark/Light Mode

2 Sespri Dan Ajudan Edhy Prabowo Tak Penuhi Panggilan Penyidik

Rabu, 9 Desember 2020 18:56 WIB
Plt Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri. (Foto: Tedy O.Kroen/RM)
Plt Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri. (Foto: Tedy O.Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ajudan dan dua sekretaris pribadi (Sespri) Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (8/12). Ajudan Edhy yang dipanggil penyidik adalah Dicky Hartawan. Sementara dua sesprinya adalah Fidya Yusri dan Anggia Putri Tesalonikacloer. "Tidak hadir tanpa keterangan. Ketiganya akan dipanggil kembali," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (9/12).

Dalam kasus ini, Edhy Prabowo diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp 3,4 miliar dan USD 100 ribu melalui PT Aero Citra Kargo (ACK).

Berita Terkait : Tim Jokowi Pincang

PT ACK diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui perusahaan tersebut dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

Salah satunya dari PT Dua Putra Perkasa yang melakukan transfer uang sejumlah Rp 731.573.564 agar memperoleh penetapan kegiatan ekspor benih lobster.

Berita Terkait : Fitnah Ke JK Dilawan KPK

PT ACK tercatat dimiliki Amri dan Ahmad Bahtiar. Namun KPK menduga, Amri dan Bahtiar merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo dan Yudi Surya Atmaja. [OKT]