Dark/Light Mode
Sebelumnya
Selain itu, pihaknya telah membentuk Tim new normal IDI. Tim tersebut dibentuk secara internal untuk mensosialisasikan pola hidup normal baru dan mengkampanyekan gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). “Selain kita kampanyekan 3M, kami juga kampanyekan soal vaksinasi (Covid-19),” jelasnya.
Daeng menegaskan, masyarakat tak perlu ragu menjalani vaksinasi. Asal kan BPOM sudah mengeluarkan izin penggunaannya. Selain itu juga, masyarakat harus memahami bahwa vaksinasi merupakan upaya kedua setelah penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk menekan penularan virus corona di Indonesia.
Dia optimis, program vaksinasi bisa menghentikan pandemi di Indonesia. Tidak hanya untuk petugas kesehatan, tapi untuk seluruh rakyat. “Vaksin ini alat terbesar kita untuk menurunkan serendah-rendahnya bahkan menghentikan penularan Virus Corona,” katanya.
Bantahan juga disampaikan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 PB IDI, Prof. Zubairi Djoerban. Lewat akun Twitter miliknya, @Profesor Zubairi, dia bilang, penolakan IDI terhadap vaksin Corona hanya kabar burung belaka. “Belakangan ini ada pihak yang anggap saya atau IDI menolak vaksin. Itu anggapan yang tidak benar. Jangan salah tafsir atas ucapan saya yang sepertinya diambil sepotong-sepotong. Yang jelas, organisasi IDI mendukung vaksinasi. Tentu setelah izin edar darurat (EUA) BPOM keluar,” cuitnya.
Baca juga : Bamsoet: Jangan Beri Ruang Spekulasi Jual-Beli Vaksin Corona
Sebelumya, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta rakyat tidak perlu ragu dengan kualitas vaksin Corona buatan Sinovac.
Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) ini menjamin, vaksin asal China itu aman disuntikkan. Bila perlu, kata Luhut, Presiden Jokowi siap divaksin. “Presiden (Jokowi) kemarin bilang, nanti saya disuntik ramai-ramai saja dengan rakyat. Jadi kelihatan,” ujar Luhut.
Luhut menegaskan, keberanian Presiden untuk divaksin terlebih dahu lu, bukti kalau vaksin ini sudah aman. Namun, Presiden tentunya tak ingin menyalahi aturan. “Kalau Presiden mau disuntik duluan hari ini juga bisa. Tapi Presiden nggak mau, karena nanti dibilang maunya Presiden sendiri duluan,” ujarnya.
Sementara itu, di dunia maya, klarifikasi yang dibuat IDI disambut positif banyak netizen. “Alhamdulillah #VaksinUntukKita sudah datang dan sedang diuji oleh @BPOM_RI bersama @MUI. Semoga bisa cepat digunakan #VaksinCovid. @PBIDI mendukung vaksinasi,” kata akun @budi1439h.
Baca juga : Vaksin Corona Dongkrak Optimistis Ekonomi 2021
“Saya juga sempet dengar IDI akan acc kalau BPOM juga acc.... demi ke baikan bersama dan kehalalannya terjamin...” kata akun @inamustik4.
“Mohon jika vaksin ini benar2 sudah ada dari pihak IDI bisa memberikan semacam pengumuman bahwa vaksin sudah ada ijin edar dari bpom,” cuit akun @biaz17620352.
Namun, akun @wilsontherik menilai, bantahan IDI sudah telat. “Sudah terlanjur viral pak! Saya lebih setuju wakil rakyat divaksin terlebih dahulu mewakili rakyat lalu diobservasi oleh dokter apakah vaksinnya aman atau tidak,” sindirnya.
“Sekarang bukan masalah IDI menolak atau tidak. Tapi yang dipertanyakan apakah vaksin ini sudah benar-benar lewat uji higinesnya buat manusia dan tidak menimbulkan efek lainnya,” timpal akun @Icalmuh1.
Baca juga : Sri Mulyani: Korupsi Dan Corona Sama Ganasnya!
“Disaat negara lain berlomba berebut vaksin, dan melakukan penyuntikan.. Kita masih ribut aja tentang langkah yang diambil pemerintah... Pemerintah sudah bener, tapi kitanya yang lambat!!! Ditambah dengar suarasuara minor para ahli, kelompok masyarakat seakan-akan mereka lupa kita dalam kondisi Darurat!” balas akun @yuwantino12. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.