Dark/Light Mode

Geledah 10 Lokasi Di Luwuk Dan Banggai Laut, KPK Amankan Duit Rp 440 Juta

Rabu, 16 Desember 2020 11:02 WIB
Plt Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri. (Foto: Tedy O.Kroen/Rakyat Merdeka)
Plt Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri. (Foto: Tedy O.Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang dan dokumen saat melakukan penggeledahan di 10 lokasi, di Luwuk dan Banggai Laut terkait perkara suap pengadaan barang/jasa yang menjerat Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo, Senin (14/12) hingga Selasa (15/12) kemarin.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut, uang itu sudah dihitung tim penyidik. Berapa jumlahnya? "Setelah dihitung tim penyidik, jumlah uang yang diamankan dalam giat geledah tersebut senilai sekitar Rp 440 juta terdiri dari mata uang rupiah dan asing," ujar Ali lewat pesan singkat, Rabu (16/12).

Berita Terkait : Satu Per Satu Pejabat Banggai Laut Dipanggil KPK

Selanjutnya, uang ratusan juta dan barang yang diduga terkait dengan perkara rasuah itu akan diverifikasi dan dianalisa. "Untuk kemudian dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini," imbuhnya.

Selain Wenny Bukamo, dalam kasus ini KPK juga menetapkan lima orang lain sebagai tersangka. Kelimanya yakni Komisaris Utama PT Alfa Berdikari Group (ABG) Recky Suhartono Godiman, Direktur PT Raja Muda Indonesia (RMI) Hengky Thiono, Komisaris PT Bangun Bangkep Persada (BBP) Hedi Thiono, Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri (AKM) Djufri Katili, serta Direktur PT Andronika Putra Delta (APD) Andreas Hongkiriwang.

Berita Terkait : KPK Geledah Marathon, 2 Hari Satroni 10 Lokasi

Wenny disangkakan menerima uang dari sejumlah rekanan. Tujuannya, agar mereka memenangkan lelang untuk mendapatkan proyek pada dinas PUPR di Kabupaten Banggai Laut TA 2020.
 Selanjutnya