Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jokowi: Minggu Depan, 15 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Tiba Di Tanah Air

Selasa, 5 Januari 2021 19:26 WIB
Presiden Jokowi saat acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/1). (Foto: Ist)
Presiden Jokowi saat acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/1). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, vaksin Covid-19 Sinovac sudah mulai disalurkan ke 34 provinsi di Indonesia sejak dua hari lalu. Namun, vaksin yang telah didistribusikan ini jumlahnya belum mencapai seluruh stok vaksin yang dimiliki Indonesia.

"Tahapan pertama memang baru dikirim 700.000 ke daerah-daerah, sudah, tetapi stok kita kan ada 3 juta, baru dikirim ke daerah 700.000," kata Jokowi saat acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/1).

Berita Terkait : Jokowi: Kurang Dari Setahun, Vaksinasi Harus Selesai

Penyaluran vaksin, kata Presiden Jokowi, akan terus berlanjut ke seluruh daerah. Pekan depan, rencananya akan didatangkan 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku (bulk) yang bakalan diproduksi oleh PT Bio Farma.

Namun demikian, Jokowi tak menyebutkan merk vaksin yang akan datang itu. "Nanti begitu jadi, kirim ke daerah lagi untuk vaksinasi," tambah Jokowi. 

Berita Terkait : Dikawal Brimob, 20 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Tiba Di Jambi

Jokowi menambahkan, vaksinasi rencananya dimulai pada pekan kedua Januari 2021. Untuk tahap pertama, vaksin akan diberikan kepada para tenaga kesehatan, dari mulai dokter hingga perawat di rumah sakit. Menyusul TNI, Polri, dan guru. Setelahnya, baru masyarakat umum.

Namun demikian, meski vaksinasi pekan depan dimulai, Jokowi tetap meminta masyarakat tetap waspada. "Agar tidak lengah menerapkan disiplin terhadap protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, tidak ke tempat-tempat kerumunan, jaga jarak. Karena kuncinya ada di situ sampai nanti vaksinasi ini selesai," imbau Jokowi.

Berita Terkait : 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba Di Soekarno-Hatta, Langsung Dibawa Ke Bio Farma

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 harus menunggu terbitnya izin edar darurat vaksin dari BPOM meski vaksin sudah mulai didistribusikan.

Hal ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. "Vaksinasi baru dapat dilaksanakan jika vaksin telah mendapatkan izin penggunaan, emergency use authorization dari Badan POM," kata Rizka dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (4/1). [FAQ]