Dark/Light Mode

Temukan Banyak Serpihan

Tim SAR Gabungan Yakin Pesawat Dan Black Box Bisa Ditemukan

Minggu, 10 Januari 2021 11:56 WIB
Tim SAR Gabungan saat mencari pesawat Sriwijaya Air SJ 182. (Foto : Kemenhub)
Tim SAR Gabungan saat mencari pesawat Sriwijaya Air SJ 182. (Foto : Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim SAR gabungan optimistis menemukan badan pesawat dan kotak hitam atau black box Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi mengatakan titik terang soal keberadaan pesawat menyusul ditemukannya banyak serpihan di dasar laut yang diduga bodi pesawat.

"Saya optimistis pemangku kepentingan ataupun satuan lain bisa segera menemukan (badan pesawat) khususnya di laut yang memiliki alat sonar. Kita doakan bersama kotak hitam atau black box sudah bisa ditemukan dengan cepat dan bisa segera menemukan titiknya," kata Henri kepada Antara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahad (10/1)

Baca juga : Petugas Damkar Kepulauan Seribu Temukan Serpihan Diduga Pesawat Sriwijaya Air

Observasi dilakukannya untuk mencari pesawat Sriwijaya SJ-182 itu dengan menerbangkan dua helikopter untuk menuju koordinat hilangnya pesawat tersebut, yakni 0555 23 LS dan 1063605 Bujur Timur.

"Banyaknya serpihan. Saya tak yakin apakah itu serpihan sampah laut, yang jelas itu sampah. Sampah itu terdiri atas berbagai macam. Akan tetapi, kecurigaan kami itu adalah bagian dari hal-hal yang mudah mengapung dari bagian pesawat,"  katanya.

Selain menemukan sserpihan,  dia juga melihat tumpahan minyak yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya yang jatuh di selatan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. "Kami bisa melihat adanya anomali perubahan atau kontras warna permukaaan laut," kata lulusan AAU 1988 ini.

Baca juga : Mimpi Kang Emil, Pelabuhan Patimban Jadi Kota Maritim Dan Wisata

"Anomali perubahan kontras itu dan luas sekali jangkauannya. Kira-kira itu tumpahan minyak bahan bakar pesawat,"

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Baca juga : Vaksin Timbulkan Efek Pegal-pegal Dan Demam

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya pada pukul 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca. [IPL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.