Dark/Light Mode

Gempa Sulbar Telan 49 Nyawa

Korban Jarahin Bantuan

Minggu, 17 Januari 2021 05:22 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban gempa bumi magnitudo 6,2 di Mamuju, Sulawesi Barat, kemarin. Data sampai kemarin malam, 49 orang meninggal akibat gempa ini. (ANTARA FOTO)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban gempa bumi magnitudo 6,2 di Mamuju, Sulawesi Barat, kemarin. Data sampai kemarin malam, 49 orang meninggal akibat gempa ini. (ANTARA FOTO)

RM.id  Rakyat Merdeka - Korban gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat yang kini sedang mengungsi, mulai kekurangan makanan. Untuk menyambung hidup, mereka nekat menjarah mobil yang membawa bantuan di tengah jalan.

Aksi mereka terekam dalam video yang viral di media sosial, kemarin. Ada tiga video yang beredar luas, antara lain diunggah akun @daeng_info, dan @makassar_iinfo.

Berita Terkait : Basarnas: Korban Meninggal Dunia Jadi 49 Orang, 40 Di Mamuju, 9 Di Majene

Dalam sebuah video yang diunggah @ daeng_info, puluhan warga menghadang rombongan mobil yang membawa bantuan. Rombongan itu terdiri dari mobil pickup, ambulans, mobil box, dan minibus.

Setelah mobil berhenti, warga langsung menuju mobil bak terbuka yang mengangkut bahan makanan. Tanpa permisi, penutup terpal langsung dibuka. Beras dan mie instan langsung diambil.

Berita Terkait : Tetap Jalan, Layanan Operasional Dan Navigasi Penerbangan Di Bandara Mamuju

Seorang relawan berseragam oranye mencoba menghalangi penjarahan. Namun, anggota rombongan itu justru jadi bulan-bulanan warga. Setelah bahan makanan dikuras, rombongan melanjutkan perjalanan.

“Rombongan kami dihadang dan dirampok logistiknya oleh pengungsi,” kata perekam video. Tak jelas di daerah mana peristiwa itu terjadi.

Berita Terkait : TNI AL Kerahkan KRI Tongkol 813 Angkut Bantuan Logistik Ke Sulbar

Video yang diunggah @makassar_ info memperlihatkan peristiwa serupa. Sebuah truk yang membawa bahan makanan untuk pengungsi di Majene dan Mamuju, dihadang warga. Sopir truk hanya bisa pasrah saat isi mobilnya dijarah. Peristiwa ini dilaporkan terjadi di jalur Trans Sulawesi. Warga yang menjarah merupakan korban gempa.

Bantuan yang disalurkan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Makassar juga tak luput dari penjarahan. Rombongan mobil yang membawa bantuan dihadang di perbatasan Majene-Mamuju, tepatnya di Kecamatan Malunda, Majene, kemarin. Relawan MDMC juga tak bisa berbuat apa-apa saat logistik yang berisi beras, mie instan, air mineral dan susu, diambil warga hingga habis.
 Selanjutnya