Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Aparat kepolisian langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku terorisme penyerang Mabes Polri berinisial ZA.
Hasil penggeledahan di rumah pelaku, di Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur itu, polisi menemukan surat wasiat yang ditulis ZA. Isinya, berpamitan kepada keluarganya.
"Kita temukan saat geledah rumahnya surat wasiat dan ada kata-kata kepada keluarga bahwa yang bersangkutan akan pamit," ujar Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3).
Surat wasiat yang tertulis dalam selembar kertas itu ditujukan kepada kedua orang tua dan kakaknya. Selain surat wasiat itu, Kapolri menuturkan, dari hasil penggeledahanz didapatkan sejumlah barang yakni map kuning yang di dalamnya terdapat amplop yang bertuliskan kata-kata tertentu.
Kemudian, 21 jam sebelum menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3) sore, ZA memposting gambar bendera ISIS dan tulisan tentang perjuangan jihad.
Baca juga : Penyerang Mabes Polri Lone Wolf Yang Terpapar Ideologi ISIS
Ini isi surat wasiat itu:
Wahai mamaku, maafin Zakiah yang belum pernah membalas pemberian keluarga. Mama, ayah jangan lupa senantiasa beribadah kepada Allah SWT, dan jangan tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkan kembali keluarga di surga.
Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama mama. Tapi Allah lebih menyanyangi hamba-Nya.
Makanya Zakiah tempuh jalan ini, sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk mama dan keluarga di akhirat.
Pesan Zakiah untuk mama dan keluarga berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi allah. Pesan berikutnya agar mama berhenti bekerja menjadi dawis yang membantu kepentingan pemerintah thagut.
Baca juga : Perempuan Penyerang Mabes Polri Bukan Anggota Perbakin
Pesan berikutnya untuk kaka di rumah cibubur juga dede dan mama ibadah kepada allah dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran islam.
Serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku punya ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rizki kak. Maaf ya kak, Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kaka.
Untuk mba Leli agar memperhatikan jaga mama ya mba. Untuk bapak jangan tinggalkan ibadah shalat lima waktu . Maafin ya mba, pak kalau ada salah lisan dan lainnya.
Jaga mama Ayah, dede baik-baik. Mama, ayah semua di samping itu adalah tingkatan amalan. Insya allah dengan karunia allah amalan jihad Zakiah akan membantu memberi syafaat kepada keluarga di akhirat. Jihad adalah amalan tertinggi dalam Islam.
Inti pesan Zakiah kepada mama dan keluarga adalah agar tidak mengikuti kegiatan pemilu karena orang-orang yang terpilih itu akan membuat hukum tandingan Allah bersumber Al-Quran As-Sunnah. Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu berasal dari ajaran kafir yang jelas musyrik.
Baca juga : Penyerang Mabes Polri Seorang Perempuan Berusia 25 Tahun
Zakiah nasehatkan kepada mama dan keluarga agar semuanya selamat dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu, dan tidak murtad tanpa sadar. Sekali maafkan Zakiah mah, ayah, kaka, mba leli, ka effa, dede, baim, kevin semuanya.
Maafkan bila ada salah kata dan perbuatan. Semoga Allah kumpulkan kembali di surga-Nya. Amin. Zakiah Aini. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya