Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Pengemudi Acungkan Pistol Jangan Disebut Koboi Jalanan
Psikolog Forensik: Kalau Ideologinya Sayap Kanan, Malah Pantas Disebut Teroris
Sabtu, 3 April 2021 09:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel mengimbau publik, agar tak menyebut kelakuan pengemudi Fortuner B 1673 SJV berinisial MFA yang mengacungkan pistol ke pengendara motor dan sejumlah warga di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Jumat (2/4), dini hari, sebagai aksi koboi.
Menurutnya, julukan itu sangat tak layak. Apalagi, sebelumnya MFA menabrak seorang wanita pengendara motor.
"Tolong jangan pakai kiasan 'koboi'. Dia malah tersanjung, nanti. Banyak koboi yang baik. John Wayne itu koboi. Ranger pun koboi. Bon Jovi juga penggemar koboi," kata Reza dalam keterangan yang diterima RM.id, Sabtu (3/4).
Baca juga : Izin Pegang Senjata Api Super Ketat, Tak Sembarang Orang Diperbolehkan
“Pengemudi yang tenteng-tenteng senjata di tempat umum, seringkali disebut koboi jalanan. Padahal, apa hebatnya? Kampungan iya. Bahaya iya. Egois iya. Semua sebutan jelek, sebetulnya bisa dikenakan pada orang-orang yang norak itu,” jelasnya.
Alumnus Fakultas Psikologi UGM itu pun mengidentifikasi 5 hal yang dapat menjadi pemicu mengapa banyak orang seenaknya menodongkan senjata di tempat umum.
Pertama, boleh jadi dia punya perasaan rendah diri, minder, cemas, kesulitan bersosialisasi atau problem-problem psikis lain.
Baca juga : Ganjar-Sandi Cocok Nih
Kedua, kemungkinan dia haus dahaga perasaan perkasa.
"Ia ingin tampak powerful. Kemungkinan lain, cenderung impulsif dan punya pengendalian amarah yang buruk,” imbuh Reza.
Keempat, bukan tak mungkin, dia berada di bawah pengaruh narkoba atau miras.
Baca juga : Semoga Libur Paskah Tak Bikin Kasus Positif Virus Corona Melonjak
Kelima, bisa saja orang itu mempunyai ideologi sayap kanan. "Kalau sudah mempunyai ideologi sayap kanan, maka sudah selayaknya ia disebut sebagai teroris," tegas Reza. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya