Dark/Light Mode

Kasus Suap Bansos Corona, KPK Geledah Rumah Kerabat Bupati Bandung Barat

Kamis, 8 April 2021 11:20 WIB
Penyuap Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Totoh Gunawan. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Penyuap Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Totoh Gunawan. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah lima lokasi di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Rabu (7/4) kemarin.

Penggeledahan dilakukan terkait kasus korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Tahun 2020.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, lima lokasi tersebut merupakan kediaman kerabat Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, yang menyandang status tersangka dalam perkara ini.

Berita Terkait : Selamat Datang Kembali di Lapas Sukamiskin, Rachmat Yasin...

"Tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di 5 lokasi berbeda yang berada di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat yaitu rumah kediaman dari pihak-pihak yang ada hubungan keluarga dengan tersangka AUS dan diduga mengetahui rangkaian perbuatan para tersangka dalam perkara," ujar Ali lewat pesan singkat, Kamis (8/4).

Dari 5 lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan berbagai bukti, di antaranya dokumen yang diduga terkait dengan perkara.

Selanjutnya bukti-bukti ini akan divalidasi dan dianalisa untuk segera diajukan penyitaan guna menjadi barang bukti dalam berkas penyidikan perkara dimaksud.

Berita Terkait : Dieksekusi KPK, Eks Menpora Imam Nahrawi Resmi Jadi Penghuni Lapas Sukamiskin

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka. Ketiganya adalah Bupati Bandung Barat 2018-2023 Aa Umbara Sutisna, anak Aa Umbara, Andri Wibawa, dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) serta CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG), salah satu penyedia pengadaan paket sembako pada Dinsos Bandung Barat.

Aa Umbara meminta komitmen fee sebesar 6 persen dari nilai pengadaan paket sembako itu. Menggunakan PT JDG dan CV SSGCL, Totoh kebagian paket pekerjaan dengan total senilai Rp 15, 8 miliar untuk pengadaan bahan pangan bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan bansos Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Sementara anak Aa, Andri, meminta jatah kepada ayahnya untuk mengerjakan proyek itu. Tentu saja, dikabulkan.

Berita Terkait : Berkas Dilimpahkan, Walkot Cimahi nonaktif Ajay Muhammad Priatna Segera Jalani Persidangan

Dengan menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan bansos JPS dan PSBB.

Dari kegiatan pengadaan tersebut, Aa Umbara diduga telah menerima uang sejumlah sekitar Rp 1 miliar. Totoh, mendapatkan keuntungan Rp 2 miliar. Sementara Andri, Rp 2,7 miliar. [OKT]