Dark/Light Mode

Sampai 5 Mei, NTT Berstatus Tanggap Darurat

Kamis, 8 April 2021 14:45 WIB
Ribuan paket bantuan Presiden untuk korban banjir dan longsor di NTT,  yang diangkut KRI Oswaldo Siahaan tiba di Lembata, Kamis (8/4) pagi. (Sumber: Video Setpres)
Ribuan paket bantuan Presiden untuk korban banjir dan longsor di NTT, yang diangkut KRI Oswaldo Siahaan tiba di Lembata, Kamis (8/4) pagi. (Sumber: Video Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menetapkan status tanggap darurat, terhitung 6 April sampai 5 Mei 2021.

Status keadaan tanggap darurat bencana angin siklon tropis Seroja, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang di Provinsi NTT itu ditetapkan melalui Surat Keputusan No. 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021.

Penetapan keputusan ini diambil berdasarkan dampak dari siklon tropis Seroja di Kota Kupang dan 21 Kabupaten dalam wilayah NTT sejak 2-5 April 2021.

Berita Terkait : Mati Listrik Dampak Siklon Tropis Seroja, Warga Kupang Bayar Goceng Buat Ngecas HP

Keputusan tanggap darurat ini diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun hingga Rabu (7/4) malam, total korban jiwa di beberapa kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa.

Korban jiwa terbanyak ada Kabupaten Flores Timur, dengan jumlah 67 jiwa. Disusul Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1.

Baca Juga : ITDC Dan Bin Zayed Kembangkan Sport Tourism Di Lombok, Bamsoet Dukung Penuh

Untuk korban hilang, dilaporkan mencapai 61 jiwa, dengan rincian Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6.

Selain itu, juga tercatat kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154.

Upaya penanganan darurat seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga dipengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan maupun pembukaan akses yang terisolisasi terus dan masih dilakukan.

Baca Juga : Menteri Teten: Kontribusi Ekspor UMKM Dipatok 17 Persen

Sejumlah helikopter juga sudah dikerahkan ke lokasi terdampak.

Operasi udara ini didukung oleh Satuan Tugas TNI AU yang juga memfasilitasi pengiriman bantuan, dari pihak donatur maupun relawan medis ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat.

Dengan sinergitas ini, penanganan bencana banjir bandang, tanah longsor dan gelombang pasang diharapkan bisa dilakukan dengan baik dan tepat. [HES]