Dark/Light Mode

BUMN Karya Terlilit Utang Puluhan Triliun

Kurangi Beban, Jangan Cuma Andalkan Suntikan Pemerintah

Minggu, 11 April 2021 05:31 WIB
Ilustrasi. Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/20). (Foto : Bisnis).
Ilustrasi. Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/20). (Foto : Bisnis).

 Sebelumnya 
Hal ini turut menjadi peluang perseroan untuk melakukan di­vestasi ruas-ruas tol semakin ter­buka. Ia pun berharap, dengan ter­bentuknya INA turut mempercepat proses divestasi aset yang ada.

Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra menilai, divestasi aset tersebut perseroan berpotensi dapat menekan beban utang hingga Rp 20 triliun. “Efek divestasi tahun ini saja, jika se­suai target yakni sembilan ruas tol, kami bisa melepas dari sisi utang sampai ke Rp 20 triliun, secara pembayaran maupun kon­solidasi. Angka itu pun belum termasuk profit,” bebernya.

Baca juga : Marak Varian Baru, Jangan Tunda Vaksinasi

Berdasarkan laporan keuangan 2020, perusahaan berkode saham WSKT itu mengalami penurunan pendapatan sebesar 48,42 persen year on year (yoy) menjadi Rp 16,19 triliun. Perseroan juga mencatat rugi hingga Rp 7,37 triliun dibanding posisi laba pada 2019 senilai Rp 938,14 miliar.

Adapun, total liabilitas WSKT berada di posisi Rp 89,01 triliun pada 2020. Ia menambahkan, se­lain divestasi aset, pihaknya juga akan melakukan restrukturisasi utang baik dengan perbankan maupun non bank untuk menye­hatkan kembali neracanya.

Baca juga : Yasonna Ingatkan SBY Dan AHY Jangan Kaitkan Kisruh Kudeta Dengan Pemerintah

Perusahaan konstruksi pelat merah lainnya, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sepanjang 2020 lalu mengalami penurunan kinerja yang signifikan. Laba ber­sih perusahaan terjun menjadi senilai Rp 185,76 miliar pada 31 Desember 2020 lalu. Nilai tersebut jauh dari capai perusa­haan di periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 2,28 triliun, atau jeblok hingga 91,87 persen yoy.

Terlihat dari rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) Adhi Karya memiliki ang­ka yang tinggi dibanding BUMN karya lainnya. Adapun DER Adhi Karya mencapai 5,76 kali. DER Waskita Karya sebesar 3,42 kali, PT PP sebesar 2,81 kali dan Wika sebesar 2,70 kali. [DWI/IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.