Dark/Light Mode

BUMN Karya Terlilit Utang Puluhan Triliun

Kurangi Beban, Jangan Cuma Andalkan Suntikan Pemerintah

Minggu, 11 April 2021 05:31 WIB
Ilustrasi. Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/20). (Foto : Bisnis).
Ilustrasi. Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/20). (Foto : Bisnis).

 Sebelumnya 
Dia pesimistis investor akan berminat jika tak ada gebrakan dari BUMN Karya.

“Kalau ujung-ujungnya BUMN Karya masih rugi, itu tidak menarik. Karena, SWF kan harus memberikan keuntungan bagi investor,” cetusnya.

Direktur Utama PT Waski­ta Karya (Persero) Tbk Des­tiawan Soewardjono mengakui, pihaknya menanggung beban utang lantaran rencana divestasi aset sejumlah ruas tol yang se­harusnya dilakukan tahun lalu, tidak terealisasi akibat pandemi Covid-19.

Baca juga : Marak Varian Baru, Jangan Tunda Vaksinasi

Ia mengatakan, divestasi aset menjadi salah satu upaya per­seroan untuk menekan beban utang. Sekaligus, mengemba­likan kinerja keuangan perusa­haan, yang tahun lalu terpuruk akibat pandemi. “Harusnya, tahun lalu kami melakukan di­vestasi lima ruas tol, tapi gagal karena investor banyak yang menunda,” ujarnya, dalam we­binar, Kamis (8/4).

Untuk itu, perseroan menar­getkan divestasi sembilan ruas tol guna menurunkan kondisi beban pinjaman Waskita yang sangat besar.

Ia merincikan, melalui anak usahanya, yakni PT Waskita Toll Road (WTR), telah meneken dua Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) senilai Rp 2,3 triliun. WTR menandatangani PPJB untuk divestasi 20 persen dari total 40 persen kepemilikan saham pada PT Jasa Marga Semarang-Batang, dan divestasi 30 persen saham kepada PT Jasa Marga Kualanamu Tol. Artinya, dua ruas di antaranya telah ber­hasil didivestasikan pada Maret 2021, yakni Jalan Tol Semarang-Batang dan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Baca juga : Yasonna Ingatkan SBY Dan AHY Jangan Kaitkan Kisruh Kudeta Dengan Pemerintah

“Dua ruas sudah deal, sudah kami eksekusi, satu ruas dalam proses, lalu tiga ruas kami di­vestasi dengan pola share swap (skema tukar saham),” katanya.

Menurutnya, sejumlah in­vestor sudah mulai mendekati perseroan untuk mengakui­sisi sejumlah ruas tol. Pihaknya melakukan proses penawaran terbuka untuk menarik minat investor lama dan baru.

“Kami optimis, divestasi ruas tol dapat terlaksana. Apalagi setelah satu ruas tol terealisasi, ternyata investor banyak sekali yang ingin mengakuisisi ruas-ruas tol Waskita Karya,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.