Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Hadapan 40 Pemimpin Negara
Luhut Pamer Proyek Lumbung Pangan Di Kalteng Dan Sumut
Sabtu, 24 April 2021 05:57 WIB
Sebelumnya
“Yang paling penting program ini harus meninggalkan jejak dan estafet yang berkelanjutan bagi masyarakat. Sebab tidak selamanya pemerintah akan membantu dan mendampingi petani. Jadi, diversifikasi ini harus dijawab juga oleh Food Estate,” jelasnya.
Investasi Pertanian
Baca juga : Seperti Angsa Terbang Dengan Dua Sayap
Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) mendorong peningkatan daya saing pertanian dalam negeri dengan cara peningkatan investasi pertanian.
Kepala Riset CIPS Felippa Ann Amanta mengungkapkan, banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan di Indonesia untuk mendukung kebutuhan domestik maupun kebutuhan ekspor.
Baca juga : Pak Jokowi, Jangan Gagal Fokus Saat Reshuffle!
“Saat ini sektor pertanian masih memerlukan berbagai upaya untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut dia, masuknya investasi dapat membantu membentuk sektor pertanian yang berdaya tahan dan berkelanjutan melalui pendanaan riset dan pengembangan, teknologi, maupun pengembangan kapasitas sumber daya masyarakat.
Baca juga : DPR Desak Pemerintah Segera Teken Perpres Percepatan Penurunan Stunting
Felippa melihat, pengesahan ndang-undang Cipta Kerja membuka peluang pada peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) di sektor pertanian. Adanya peluang untuk meningkatkan investasi di sektor ini diharapkan mampu berdampak positif pada kondisi sektor pertanian di Tanah Air. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya