Dark/Light Mode

Gegara Nggak Patuh Protokol Kesehatan

Waduh, 5 Klaster Baru Muncul

Minggu, 2 Mei 2021 06:35 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Humas BNPB)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Humas BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali merangkak naik di bulan Ramadan. Sejumlah klaster baru muncul. Pemicunya, kelalaian masyarakat menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, lima klaster Covid-19 yang muncul adalah klaster perkantoran, klaster bukber (buka puasa bersama), klaster tarawih di Banyumas, klaster mudik di Pati dan klaster takziah di Semarang.

Untuk klaster perkantoran, Pemerintah Provinsi DKI mencatat periode 5-11 April 2021 terdeteksi di 78 perkantoran dengan jumlah 157 kasus. Periode 12-18 April 2021 kasus Covid-19 ada di 177 perkantoran dengan jumlah 425 kasus positif Covid-19.

Baca juga : Perketat Protokol Kesehatan Prioritaskan Vaksinasi Lansia

Kemudian, aktivitas buka puasa bersama, memiliki risiko besar penularan Covid-19.

“Pada prinsipnya, makan dan berbicara pada saat makan bersama menjadi faktor yang sangat memungkinkan terjadinya penularan virus,” tutur Nadia, kemarin.

Kemudian, klaster tarawih di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berasal dari seorang warga yang terinfeksi Covid-19, yang nekat melaksanakan ibadah salat tarawih tanpa memperhatikan prokes. Akibatnya, 51 orang terpapar virus tersebut.

Baca juga : Patuhi Prokes, Tekan Penyebaran Covid-19 Varian Baru

Tidak mematuhi prokes dan mengabaikan kesehatan, menurut Nadia, menjadi biang kerok munculnya klaster tersebut.

“Tentunya, kelalaian kita dalam melaksanakan protokol kesehatan, terutama saat melaksanakan ibadah tarawih berjemaah,” tuturnya.

Demi keselamatan bersama, Nadia mengingatkan, ibadah selama bulan Ramadan tetap harus memperhatikan kesehatan pribadi masing-masing.

Baca juga : BKS Tegaskan, Tak Ada Penerbangan Reguler Dari India

“Kita juga harus tahu, kalau dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, ya sebaiknya tidak atau menunda sampai kita sehat untuk berangkat salat tarawih atau melakukan aktivitas bersama salat berjamaah lainnya,” tegasnya.

Sementara untuk klaster mudik di Pati, Jawa Tengah, ada 39 orang warga terkonfirmasi positif Covid-19 tertular dari salah satu orang yang baru mudik dari Jakarta. Mereka berasal dari Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.

Sementara, klaster takziah ditemukan di Kapanewon Panggang dan Kapanewon Playen. Tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan Gunungkidul pada 19 April 2021, ada 37 orang positif Covid-19, dua di antaranya meninggal dunia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.