Dark/Light Mode

Hendardi: Memangnya Jabatan Ini Punya Nenek Lo...

Rabu, 2 Juni 2021 08:52 WIB
Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi (Foto: YouTube)
Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Badan Pengurus Setara Institute yang juga mantan anggota Panitia Seleksi KPK Hendardi angkat bicara soal kisruh Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang berujung pada 75 pegawai tidak lulus tes. Di antaranya, penyidik senior Novel Baswedan.

Sebab mutasi, rotasi, serta pergantian pejabat adalah hal yang lumrah dalam sebuah institusi.

"Kampanye-kampanye mereka seolah-olah mengatakan nggak bisa ada mutasi, rotasi, ada pergantian peralihan pejabat dan sebagainya. Presiden saja diganti setiap 5 tahun sekali. Kalau beruntung, paling lama 10 tahun. Apa mereka mau jadi penyidik seumur hidup. Meminjam istilah Ahok, memangnya jabatan ini punya nenek lo," papar Hendardi lewat keterangan video dalam kanal YouTube Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN), Selasa (1/6).

Berita Terkait : TWK Sudah Sesuai Prosedur, Firli: Tak Ada Upaya Singkirkan Siapapun!

Kalau dipersentasekan, kata Hendardi, 75 pegawai KPK yang tidak lulus tes itu setara dengan 5,4 persen dari totalnya.

"Suatu institusi apa pun, kalau yang tidak lulus itu 5,4 persen dan yang lulus 94,6 persen, artinya lembaga itu sudah bagus. Tes itu berhasil. Masak mereka mau bilang yang 5,4 persen ini yang benar. Terus yang 94,6 persen itu yang keliru, yang KKN. Itu kan sinyalemen yang ngawur," tandas Hendardi, yang juga dikenal sebagai pejuang kesetaraan dan keberagaman ini.

Dijelaskan, dalam pelaksanaan TWK, seluruh pegawai KPK memiliki akses dan kesempatan yg sama. Dites dengan soal yang sama.

Berita Terkait : Moeldoko: Stop Energi Negatif Dan Perilaku Tak Konstruktif Terhadap KPK

Pertanyaan-pertanyaannya, ada yang standar, ada juga yang pengembangan. Dalam arti, kalau seseorang ditanya, dan memunculkan intensi tertentu, dia akan ditanya kembali. 

"Itu berlaku bagi semua. Yang namanya jaksa, polisi, penyidik KPK juga akan melakukan pengembangan. Tidak ada pertanyaan yang sama," tutur Hendardi.

Karena itu, ia sangat menyesalkan munculnya suatu pengertian atau kampanye ke publik, yang menyebut seolah-olah pegawai non muslim dituduh Taliban dan lain sebagainya. Sehingga, mereka harus main ke PGI (Persatuan Gereja Indonesia, Red).

Baca Juga : Mark Membagikan Dividen Tunai Rp 57,7 Miliar

"Atau mengatakan, ada 8 orang yang tidak beragama Islam, dan menyebut ini bukan Taliban. Memangnya, yang bilang Taliban itu siapa? Pimpinan KPK? Atau penyelenggara tes TWK?" papar Hendardi.
 Selanjutnya