Dark/Light Mode

Sehari Nyaris 40.000 Kasus Positif, Antre Pemakaman Di Mana-mana, Nyari RS Susahnya Minta Ampun, Urusan Obat Mahal Masih Terjadi

Berita Corona Makin Merana

Jumat, 9 Juli 2021 08:00 WIB
Petugas pemakaman beristirahat usai memakamkan sejumlah jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)
Petugas pemakaman beristirahat usai memakamkan sejumlah jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

 Sebelumnya 
Tingginya angka kematian ini, juga merupakan imbas dari meroketnya jumlah kasus positif Corona harian. Kemarin, jumlahnya nyaris tembus 40 ribu kasus. Tepatnya, 38.391 kasus.

Untuk menekan penularan hingga kematian, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyarankan, setiap masyarakat yang positif Corona agar intensif berkonsultasi dengan Puskesmas terdekat. Meskipun gejalanya ringan, bahkan tidak ada.

Baca juga : India Deteksi Mutasi Ganda Varian Covid

“Lakukanlah isolasi mandiri segera dengan komunikasi intensif dengan Puskesmas setempat untuk pengawasannya,” kata Wiku, kemarin.

Saat ini, pasien Corona yang tidak bergejala ringan memang sudah diarahkan untuk isolasi mandiri. Penyebabnya, lonjakan pasien Corona menyebabkan rumah sakit rujukan penuh. Apalagi di Jakarta.

Baca juga : Mahfud-Amien Jadi Mesra

Pemerintah memberikan fasilitas konsultasi medis secara virtual, yakni telemedisin untuk yang melakukan isolasi mandiri. Obatnya juga bakal diberikan secara cuma-cuma. Meskipun tak semua orang bisa mengaksesnya.

Dalam beberapa hari terakhir, harga obat untuk Corona naiknya gila-gilaan. Ivermectin 12 mg kapsul, misalnya. Dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 7.500, kini naik menjadi Rp 59 ribu per tablet di Jakarta. Azithromycin 500 mg (tablet) juga naik dari Rp 1.700 menjadi Rp 15 ribu sampai Rp 19 ribu pertabletnya. Pun demikian dengan obat-obatan lainnya.

Baca juga : Pak Ical, Sabar Ya!

Begitupula dengan tabung oksigen. Nyaris tak ada lagi agen yang melayani sewa tabung. Sehingga mau tidak mau harus membelinya. Harganya juga gila-gilaan. Bisa melampaui di atas 3 kali lipat dari harga normal. Lalu, antrean mengular di berbagai tempat untuk isi ulang oksigen.

Presiden Jokowi pun sudah memerintahkan Bupati, Wali Kota hingga Gubernur untuk mengawasi ketersediaan obat-obatan hingga tabung oksigen untuk pasien Covid-19. “Terus turun ke bawah mengecek lapangan,” pesan Jokowi, usai meninjau Rusun Pasar Rumput, Rabu (7/7) malam.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.