Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sehari Nyaris 40.000 Kasus Positif, Antre Pemakaman Di Mana-mana, Nyari RS Susahnya Minta Ampun, Urusan Obat Mahal Masih Terjadi
Berita Corona Makin Merana
Jumat, 9 Juli 2021 08:00 WIB
Sebelumnya
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan juga mengakui adanya kelangkaan oksigen. Karena itu, komandan PPKM Darurat ini langsung membuat rapat koordinasi, khusus membahas soal ini, kemarin. Ia meminta agar penambaham kapasitas oksigen untuk pasien Corona dipercepat.
“Kita bermain dengan waktu, kita harus bekerja cepat,“ perintahnya.
Baca juga : India Deteksi Mutasi Ganda Varian Covid
Soal oksigen, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kementerian Perindustrian all out menyediakan oksigen untuk kebutuhan pasien Corona. Tidak hanya dari industri dalam negeri, Kemenperin juga memanfaatkan jaringan industri luar negerinya.
Agus mengatakan, Kemenperin telah mengamankan produksi tambahan oksigen, sehingga total suplai harian menjadi 2.622,9 ton/hari, 132 truk isotank pengangkut oksigen, 15.906 tabung oksigen, 8.100 unit oxygen concentrator, dan 9 deployable oxygen concentrator system.
Baca juga : Mahfud-Amien Jadi Mesra
Bagaimana tanggapan para ahli? Ahli Epidemiologi Griffith Australia, Dicky Budiman menyarankan, agar visitasi tenaga medis ke rumah-rumah warga yang melakukan isolasi mandiri ditingkatkan. Untuk menekan angka kematian.
“Telemedisin oke. Tapi harus ada juga melibatkan kader kesehatan (yang ke rumah). Karena banyak juga yang tidak bisa mengakses telemedisin,” sarannya tadi malam.
Baca juga : Pak Ical, Sabar Ya!
Sementara ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono menyoroti obat-obatan yang belakangan diburu karena diyakini ampuh menyembuhkan Corona seperti Ivermectin, Azithromycin, Doxycycline, Zinc hingga Favipiravir. Ia meminta para dokter tidak meresepkan obat keras tersebut untuk pasien Corona karena belum ada bukti ilmiahnya.
“Ingat, dokter Indonesia jangan mau didikte oleh pedagang obat atau farmasi. Obat-obat tersebut tidak ada bukti ilmiah bermanfaat untuk Covid-19. Hindari meresepkannya, lawan yang memaksa profesi dokter untuk meracuni masyarakat dengan obat keras,” tulisnya di akun Twitternya @drpriono1, tadi malam. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya