Dark/Light Mode

Malam Ini, Kemenag Gelar Tahlil Nasional 'Doa Untuk Syuhada'

Kamis, 22 Juli 2021 14:11 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Kemenag)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikhtiar batin menghadapi pandemi Covid-19 terus dilakukan Kementerian Agama. Salah satunya, menggelar Tahlil Nasional bertajuk 'Doa untuk Syuhada'.

"Tahlil Nasional menjadi kelanjutan dari ikhtiar batin kita, melangitkan doa dan harapan agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Juga untuk mendoakan yang terbaik bagi para syuhada yang gugur selama pandemi ini," ujar Menag Yaqut Cholil Coumas di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Berita Terkait : Sore Ini, Menag Pimpin Sidang Isbat Dari Rumah

Tahlil Nasional akan dilaksanakan secara virtual pada Kamis, 22 Juli 2021, pukul 19.00 WIB. Acara ini akan diikuti kementerian/lembaga, para pengasuh dan santri pondok pesantren, pimpinan ormas, penyuluh agama di seluruh Indonesia dan ASN, serta masyarakat umum.

Kementerian Agama akan menyiapkan link webinar dengan kapasitas ribuan agar masyarakat dapat bergabung. Sebagaimana #PrayFromHome, masyarakat diminta untuk mengikutinya dari rumah masing-masing.

Baca Juga : Ini Masukan `Wanita Emas` Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Acara ini juga akan disiarkan langsung melalui media sosial Kementerian Agama. "Kami mengundang masyarakat Indonesia, untuk bergabung, bersama-sama melafalkan zikir, tahlil, dan doa pada Kamis malam ini. Mari langitkan doa agar pandemi segera berakhir dan doakan para syuhada yang telah mendahului kita," ajak Menag.

Masyarakat yang ingin tergabung dalam acara tersebut dapat masuk melalui aplikasi Zoom: 85926781313, dan sandi: tahlil.

Baca Juga : Sekjen Kemnaker: Seleksi 18 Pejabat Eselon II Terbuka dan Kredibel

Berdoa, tanda makhluk beragama Sebelumnya pada awal Juli 2021 lalu Kemenag melalui Badan Litbang dan Diklat mengajak masyarakat berdoa dari rumah melalui kampanye di media sosial dengan tagar #PrayFromHome.

Ajakan ini menyusul adanya pemberlakuan PPKM untuk mengatasi dan mencegah penyebaran Covid-19, sementara kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan. [IPL]