Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wapres: Jangan Egois Kewilayahan Cegah Covid-19 Di Jabodetabek
Senin, 2 Agustus 2021 23:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penanganan Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), tidak dapat didasarkan pada wilayah administratif semata.
Dalam rapat koordinasi, Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengingatkan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten untuk meninggalkan sikap egoisme kewilayahan dalam penanganan pandemi Covid-19 di wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Hal itu disampaikan Wapres saat memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi dengan pemda dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten secara virtual, di Jakarta, Senin (2/8).
Baca juga : Semangat Berjuang Lawan Covid-19 Perlu Dikobarkan
“Penanganan Covid-19 di Jabodetabek tidak dapat didasarkan pada wilayah administratif semata. Perlu adanya koordinasi jangan sampai ada semacam ego kewilayahan,” kata Wapres.
Menurut Wapres, suatu daerah yang aglomerasi, mungkin perlu dicari modelnya seperti apa. Sebagai wilayah aglomerasi, mobilitas yang cukup tinggi oleh penduduk di Jabodetabek tidak dapat dihindari, sehingga potensi penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.
Penanganan pandemi di Jabodetabek, menurut Wapres, memerlukan integrasi program dan data yang baik melalui koordinasi antara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten, Wahidin Halim.
Baca juga : PPKM Manjur Turunkan Kasus Covid Di Semarang
" Penanganan Covid-19 di wilayah aglomerasi harus dilakukan secara terintegrasi dan terpadu melalui koordinasi yang baik antara Gubernur DKI, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Banten," kata Wapres sebagaimana dikutip Antara.
Selain koordinasi yang baik, penanganan terpadu dari hulu ke hilir juga harus diperkuat. Sebab, menurut Wapres, apabila penanganan di hulu berjalan dengan baik, maka kondisi di hilir akan menjadi baik pula.
"Penanganan pandemi dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek harus memiliki dan menggunakan standar dan kualitas setara, baik dalam pelaksanaan protokol kesehatannya maupun dalam rangka penanganan 3T-nya," ujarnya. [MFA]
Baca juga : Sarawak Kirim 105 Ton Oksigen Untuk Penanganan Covid-19 Di Kalbar
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya