Dark/Light Mode

Bos Borneo Lumbung Energi Dan Metal Dituntut 3 Tahun Penjara

Senin, 16 Agustus 2021 18:32 WIB
Bos PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Bos PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (PT BLEM) Samin Tan dengan hukuman penjara selama 3 tahun. Samin Tan juga dituntut untuk dihukum membayar denda sejumlah Rp 250 juta subsider 4 bulan penjara oleh jaksa.

"Menyatakan Terdakwa Samin Tan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," kata jaksa saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/8).

Berita Terkait : Eks KPA Proyek Bansos Kemensos Dituntut 7 Tahun Penjara

Samin Tan dinilai terbukti memberikan duit suap sejumlah Rp 5 miliar kepada Eni Maulani Saragih, eks Wakil Ketua Komisi VI DPD.

Duit itu diberikan terkait permasalahan pemutusan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi 3 antara PT Asmin Koalindo Tuhup dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kalimantan Tengah.

Berita Terkait : Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Masa Depan Indonesia

Samin Tan dinilai terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Dalam melayangkan tuntutan, jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Pertimbangan yang memberatkan, perbuatan Samin Tan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan tidak mengakui terus terang perbuatannya.

Berita Terkait : Geo Dipa Energi Gelar Vaksinasi Massal Covid-19 Di Banjanegara

Sementara yang meringankan, Samin Tan dinilai bersikap sopan di dalam persidangan, belum pernah dihukum, dan masih memiliki tanggungan seorang istri dan dua orang anak. [OKT]