Dark/Light Mode

Nggak Terima Dituntut 11 Tahun Bui, Juliari Ajukan Pleidoi

Rabu, 28 Juli 2021 16:54 WIB
Mantan Mensos Juliari Batubara. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Mantan Mensos Juliari Batubara. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menyatakan akan mengajukan nota pembelaan alias pleidoi. Hal itu dikatakan terdakwa kasus suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tersebut usai mendengarkan pembacaan tuntutan secara virtual, Rabu (28/7).

"Saya akan mengajukan pembelaan, Yang Mulia," ujar Juliari yang mengikuti persidangan dari Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan. 

Hal yang sama dikemukakan tim kuasa hukum Juliari yang dinakhodai Maqdir Ismail. "Kami akan mempersiapkan pembelaan pada sidang berikutnya," tutur Maqdir.

Berita Terkait : Eks Mensos Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara

Beberapa hal yang akan dimasukkan ke dalam pembelaan, adalah soal penerimaan uang dari sejumlah vendor pengadaan dan penyedia paket bansos.

"Misalnya salah satu contoh yang kita dengar tadi di hadapan persidangan, tidak pernah kita dengar uang yang diterima dari PT Bumi Pangan Digdaya. Hal-hal seperti ini akan coba kami sampaikan pada pembelaan kami," ungkapnya.

Kemudian, Maqdir juga menyebut, apa yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lebih banyak berdasarkan asumsi.

Berita Terkait : ICW Desak KPK Tuntut Maksimal Mantan Mensos Juliari Batubara

Juga, hanya berdasarkan keterangan eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bansos di Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, tanpa mempertimbangkan dari saksi-saksi lain. 'Tuntutan ini seolah ada uang sebesar 32 miliar. Itu kira-kira yang dapat disampaikan," ucapnya.

Maqdir pun meminta majelis hakim yang diketuai Muhammad Damis untuk memberikan waktu untuk menyusun nota pembelaan tersebut.

Menanggapinya, Hakim Damis mengabulkan permohonan kubu Juliari. "Kita berikan waktu lebih sedikit satu hari, tanggal 9 Agustus," ujar Damis.
 Selanjutnya