Dark/Light Mode

Disinggung Nadiem Soal Sekolah Tatap Muka Yang Belum Dimulai, Gubernur Lampung Panas

Jumat, 27 Agustus 2021 18:44 WIB
Tangkapan layar Gubernur Lampung Arinal Junaidi saat merespon pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim soal pembelajaran tatap muka. (Foto: Istimewa)
Tangkapan layar Gubernur Lampung Arinal Junaidi saat merespon pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim soal pembelajaran tatap muka. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi merespons keras laporan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, Teknologi Nadiem Makarim ke DPR soal tak dijalankannya sekolah tatap muka di sejumlah wilayah di Lampung.

Arinal bahkan menantang Nadiem secara terbuka.

Baca juga : PGRI: Sekolah Tatap Muka Hanya Digelar Di Zona Hijau

Tantangan itu disampaikan Arinal dalam wawancara dengan sejumlah wartawan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Belleza, Bandar Lampung, Selasa (24/8) lalu.

Dalam video wawancara yang kemudian viral, Arinal dimintai tanggapan soal pernyataan Nadiem, yang meminta tolong ke DPR untuk mendorong penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah daerah.

Baca juga : KPAI Dukung Sekolah Tatap Muka, Tapi Dengan Catatan

Dari 12 daerah yang dilaporkan Nadiem, yang terbanyak memang dari Lampung. Kabupaten-kabupaten di Lampung yang dilaporkan Nadiem ke Senayan adalah Lampung Tengah, Tanggamus,  Lampung Utara, Waykanan, Pesawaran, Tulang Bawang, dan Mesuji.

Karenanya Ketua DPD Golkar Lampung itu tampak emosional, menanggapi pertanyaan soal manuver Bos Gojek itu di DPR.

Baca juga : Lestari: Hati-hati! Utamakan Keselamatan Guru Dan Siswa

"Persoalannya, baru 2 hari yang lalu kita, 14 kabupaten selesai zona merah. Nenek moyang dia dari mana, bahwa kabupaten itu tidak boleh sekolah. Sampaikan salam saya kepada Nadiem, kalau kamu berani, saya tantang dia!" kata Arinal dalam potongan video yang beredar. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.