Dewan Pers

Dark/Light Mode

Demi Keberhasilan Belajar Tatap Muka

Satgas Sekolah Ditempatkan Di Depan Gerbang Dan Kelas

Rabu, 1 September 2021 06:10 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Marji - medcom).
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Marji - medcom).

 Sebelumnya 
“Yang penting, taat prokes dan jaga kesehatan tiap murid dan guru,” kata @syarifani89.

Akun @syarifani89 menjelaskan, pelak­sanaan sekolah tatap muka harus memenuhi persyaratan. Guru dan staf sekolah harus sudah divaksin. Termasuk juga sudah mendapat izin dari Satgas Covid Kota/Kabupaten dan izin wali murid.

“Selain tertib dan disiplin menjaga prokes, kita juga harus jujur sama kondisi kesehatan. Ini berlaku di sekolah juga,” imbuh @lia_en­diani.

Berita Terkait : Adik-adik Yang Belum Divaksin, Segera Vaksin Ya...

“Masih ada kerumunan di sekolah. Satgas Covid-19 perlu memberlakukan prokes lebih ketat lagi,” ujar @letterzet.

Untuk itu, @pandemictalksID menyarankan pihak sekolah menjalankan mitigasi risiko, pengawasan prokes siswa secara ketat, dan menerapkan alur pelaporan jika terjadi klaster atau ada siswa yang tertular Covid-19.

“Ingat! Penularan bisa terjadi di mana saja dan tidak hanya di dalam kelas,” tegasnya.

Berita Terkait : Jangan Jumawa, Endemi Masih Jauh

Namun @bunionera pesimis Satgas Penanganan Covid-19 di sekolah bisa men­gawasi pelaksanaan prokes dengan baik. Kata dia, berdasarkan pengalaman di kantor pemer­intahan, satgas internal tidak efektif.

“Satgas internal malah sering menutupi ka­sus supaya kantor tetap buka, sehingga nggak ada tracing. Satgas daerah dan dinas kesehatan biasanya juga nggak bisa banyak intervensi,” kata dia.

Akun @gank14_id mengatakan, tidak ada yang namanya prokes ketat 100 persen selama di sekolah. Ketika di kantin, olahraga, pulang sekolah tetap timbul kerumunan.

Berita Terkait : Dosis Satu Dan Dua Harus Sama Ya!

“Kalau prokes ketat seperti memakai masker, cek suhu tubuh ketika masuk, duduk berjauhan ketika belajar, itu cuma ‘syarat’ belaka bukan jaminan,” katanya. [TIF]