Dark/Light Mode

Pelakunya Ditangkap, Disangka Makar

Edan, Kok Ngancam Mau Penggal Jokowi

Senin, 13 Mei 2019 05:33 WIB
Hermawan Susanto yang mengaku asal Poso, berniat memenggal Presiden Jokowi berhasil ditangkap jajaran kepolisian, Minggu (12/5). (Foto: Twitter@Yusuf_dumdum).
Hermawan Susanto yang mengaku asal Poso, berniat memenggal Presiden Jokowi berhasil ditangkap jajaran kepolisian, Minggu (12/5). (Foto: Twitter@Yusuf_dumdum).

 Sebelumnya 
Ditanya soal sikap Jokowi, Ace memastikan Capres 01 pemaaf dan secara personal pasti sudah dimaafkan. “Saya yakin Pak Jokowi akan memaafkan orang ini, saya kira penegak hukum harus bertindak untuk memberikan efek jera kepada orang seperti ini.

Harus diberi hukuman yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini dilakukan agar siapa pun kita tidak boleh mengumbar kebencian yang berlebihan,” ujarnya.

Koordinator Jubir BPN, Dahnil Simanjuntak dalam akun Twitternya menyebut pelaku memang harus ditindak. Namun, dia mengungkit ABG yang sempat menyebut Jokowi sebagai kacung dan kasus pria yang sempat mengancam Fadli Zon.

Baca juga : Monoarfa Tak Bisa Dongkrak Partai Kabah

Hingga kini belum beres. “Jelas yang dilakukan anak ini salah dan melanggar hukum, harus ditindak. Namun pertanyaannya bagaimana dengan Nathan yang akan membunuh @fadlizon dan seorang anak yang menyebut Presiden sebagai kacung dia.

Apakah mereka diperlakukan sama dan ditangkap???” cuitnya di akun @Dahnilanzar, kemarin. Dahnil kemudian bicara soal ketidakadilan dalam proses hukum. Dia menyinggung soal permainan hukum yang menghabisi lawan politik, sembari ‘menyolek’ Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md.

Cawapres Sandiaga Uno menyatakan, penangkapan Hermawan harus sesuai hukum yang berlaku. “Tentunya harus dalam jalur hukum ya, bahwa semua harus dalam koridor hukum,” ujar Sandi, kemarin.

Baca juga : Satgas Sebut Ada Kemungkinan Tersangka Baru Kasus Pengaturan Skor

Ancaman pelaku yang ingin memenggal kepala Presiden bikin geregetan warganet. “Gw mau lihat orang yang ngancam presiden gw pas ketangkap masih berani ngomong gak ya apa bilangnya hilaf???

Presiden yang mengayomi rakyat kok dibenci, dasar wong edan,” cuit @RickyacobSinaga. Akun @kejam86 berharap kedua pendukung pilpres menahan diri. “Tolong kasih tau para relawannya, jangan bikin gaduh INDONESIA, sampai mau penggal kepala Presiden jokowi,” kicaunya.

Polisi mendapatkan apresiasi karena cepat menangkap pelaku. “Sangat setuju penangkapan orang-orang seperti ini. Tidak bisa seenaknya teriak-teriak penggal kepala orang.

Baca juga : Patung Disangka Mayat, Polisi Dobrak Galeri

Miris lihat orang-orang yang mengaku agamis tapi untuk hal mendasar saja-menjaga adab dan kesantunan-mereka langgar. #BravoPolri,” cuit @ KenFauzy. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.