Dark/Light Mode

Puncak Padat, Malioboro Penuh

Ayo Dong, Jangan Bandel Liburan Ditunda Dulu Ya

Senin, 6 September 2021 07:35 WIB
Kemacetan di Jalur Puncak kawasan Gunung Mas, Kabupaten Bogor, Minggu (5/9/2021). (Foto: era.id)
Kemacetan di Jalur Puncak kawasan Gunung Mas, Kabupaten Bogor, Minggu (5/9/2021). (Foto: era.id)

 Sebelumnya 
Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menyebut, fenomena ini merupakan buntut dari pelonggaran yang tidak bertahap. Padahal, belum ada kabupaten/kota yang masuk ke level 2 PPKM. Meski ia mengakui, kejadian ini sebagai dampak dari tuntutan kebutuhan masyarakat.

Namun, Yunis menilai, lonjakan mobilitas warga ke tempat wisata saat ini, tidak seperti pasca libur Idul Fitri lalu. Kali ini, mobilitas warga tidak akan membuat angka kasus Corona kembali melonjak ekstrem.

Baca juga : Puncak Hapernas, Basuki Bicara Pengentasan Kemiskinan Hingga Stunting

Kok bisa? Dia lantas menjelaskan soal rumus R0= BxCxD. R0 itu penularan, B itu probabilitas penularan, C itu tingkat kontak, dan D adalah durasi penularan. Adapun lonjakan kasus di Jawa dan Bali terjadi pada Juni-Juli. Artinya, B di periode itu sangat besar.

“Menurut saya, beta (B) sudah turun sekarang. Sudah kecil. Jadi berapapun contac rate-nya (C), tetap saja peluang bertambahnya kasus itu kecil. Karena betanya sudah kecil,” papar Tri Yunis kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Puan Minta BSU Cair Pekan Ini, Jangan Sampai Ganggu Urusan Dapur Pekerja

Namun, ia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. Begitu juga dengan Pemda, agar lebih berhati-hati melonggarkan mobilitas warga.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengimbau agar tetap disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi sesuai jadwal. Kata dia, meskipun kini kasus aktif sudah turun, tapi masih banyak daerah yang berada pada Level 4 PPKM.

Baca juga : Pelaku Pemotongan Bansos Kudu Ditindak Tegas

Ditambah lagi ancaman varian Delta yang masih mengintai hingga saat ini. Kewaspadaan dan kedisplinan dari masyarakat, jadi kunci untuk mencegah agar kasus aktif Corona tidak melonjak lagi.

“Varian baru terus bertambah. Sehingga prokes harus tetap disiplin. Batasi mobilitas. Ingat, titik lemah di mana virus menjadi sangat mudah membuat kita terpapar dan tertular,” imbuhnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.