Dark/Light Mode

Gandeng Penegak Hukum, Sri Mulyani Jamin Jaga Akuntabilitas Keuangan Dalam Penanganan Covid-19

Selasa, 14 September 2021 13:28 WIB
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Ist)
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan terus menjaga akuntabilitas keuangan negara dalam penanganan pandemi Covid-19. Caranya, dengan melibatkan para penegak hukum.

"Pemerintah bekerja keras menggunakan instrumen APBN untuk meringankan dan memulihkan ekonomi. Kita menggunakan resources ini harus dipertanggungjawabkan," tegas Sri dalam Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintahan Tahun 2021, Selasa (14/9).

Mantan Direktur Bank Dunia ini mengungkapkan, lembaga penegak hukum yang bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal akuntabilitas keuangan negara adalah Polri, Kejaksaan Agung, KPK, BPK, BPKP dan LKPP.

Berita Terkait : 127 Kepala Daerah Tersandung Korupsi

Pelibatan lembaga-lembaga penegak hukum itu dilakukan untuk menghindari potensi terjadinya risiko penyelewengan terhadap uang negara. Penyelewengan itu, ditambahkannya, bisa mengurangi efektivitas program pemerintah.

"Kita memahami akan terjadi adanya risiko penggunaan uang negara sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaan melibatkan lembaga penegak hukum," tuturnya.

Sri memahami, tidak mudah mengatur keuangan negara di tengah krisis. Sebab, kebanyakan kementerian/lembaga, tiba-tiba harus melakukan refocusing anggaran.

Berita Terkait : Transfer Keuangan APBN Gede, Tapi Jumlah Balita Stunting Meningkat, Pengangguran Naik

Sementara beberapa kementerian/lembaga lain juga mendadak mendapat anggaran sangat besar lantaran menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi.

Misalnya saja, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Sosial (Kemensos) Kemenkop UKM, dan BNPB.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan K/L dan Pemerintah Daerah, yang saya yakin menghadapi situasi luar biasa tidak mudah," ucap Sri.
 Selanjutnya