Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pulang Dari Istana, Suroto Digeruduk Emak-emak
Kapan Nih Harga Jagung Turun, Kami Nggak Bisa Nunggu Lama
Minggu, 19 September 2021 06:47 WIB
Sebelumnya
Suroto ingat, saat itu Jokowi meminta kedua menteri itu mencarikan solusi agar harga jagung untuk peternak Rp 4.500 per kilogram (kg). Mentan mengaku siap menyediakan 30 ribu ton jagung.
Mendag kemudian berhitung untuk mensubsidi jagung. Hasilnya, Rp 45 miliar pun akan disiapkan. Jagung dengan harga Rp 4.500 per kg, dijanjikan akan direalisasikan pekan ini. Namun janji itu tak kunjung tiba.
Kata Suroto, sekitar 3 tahun lalu, Kementan menginisiasi kerja sama langsung antara petani jagung dengan para peternak layer. Instrumennya, peternak layer Blitar langsung mengambil panen jagung dari lahan petani di wilayah Blitar. Namun, kerja sama itu tidak berjalan sesuai harapan.
Baca juga : Pandu Riono: Percuma Kasus Harian Turun, Tapi Testing Jeblok
Aksi emak-emak ini mendapat perhatian para wakil rakyat di Senayan, Jakarta. Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan menilai, aksi ini sebagai jeritan ranyat kecil yang tengah memperjuangkan harapan mereka agar lebih baik.
Daniel meminta aspirasi emak-emak itu segera direspons pemerintah, dalam hal ini pembantu presiden. Terlebih, Jokowi sudah meminta harga jagung untuk ternak diturunkan. Sehingga perlu solusi jangka pendek untuk memangkas biaya ternak.
“Masalah pakan ini menjadi persoalan bagi peternak. Karena 70 persen biaya produksi ada pada pakan. Solusi jangka pendek memang menurunkan bahan baku pakan seperti jagung, tetapi harus dihitung secara matang agar petani jagung juga tetap untung,” pinta Daniel.
Baca juga : Awas, Harga Daging Sapi Bergerak Liar
Ia mengimbau agar pemerintah membongkar penyebab harga pakan yang masih mahal, dan memperbaiki rantai pasoknya. Sebab, menurutnya, hal ini menyangkut kedaulatan pangan nasional dan perlindungan peternak.
“Apalagi di tengah-tengah Indonesia kalah dengan Brasil di WTO karena urusan ayam ini sangat mengancam nasib peternak dan petani jagung Indonesia. Harus dibongkar mengapa kita kalah efisien dengan Brasil,” usul politikus PKB ini.
Anggota Komisi IV DPR, Ono Surono menilai perlu langkah cepat dari pemerintah terkait hal ini. Dia juga mengatakan perlunya mengkaji ulang program upaya khusus produksi jagung. Karena sebelumnya, Mentan pernah bilang sudah bisa mengekspor jagung dan mengurangi impor.
“Artinya, program yang dibuat oleh Mentan bukan semata program yang hanya menyenangkan presiden dan rakyat sesaat. Tetapi harus menjadi program yang berkelanjutan. Bagi peternak skala kecil, kebutuhan jagung masih sangat besar, di saat pakan pabrik harganya juga sangat tinggi,” kata Ono.
Kader banteng ini lantas meminta Jokowi menjalankan Badan Pangan Nasional. Fungsinya untuk koordinasi, perumusan, dan penetapan kebijakan ketersediaan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta kerawanan pangan.
“Sehingga tidak ada lagi ketidaksinkronan antara Mentan dan Mendag terkait masalah pangan,” ujarnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya