Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penuhi Panggilan KPK Seorang Diri, Anies Dipuji

Rabu, 22 September 2021 09:47 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Fraksi Gerindra di DPRD DKI Jakarta, Purwanto mengapresiasi sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang datang seorang diri memenuhi panggilan KPK, Selasa 21 September 2021.

Menurutnya, Anies telah menunjukkan level negarawan. Keterangan yang disampaikan, dapat membuat KPK lebih mudah mengusut kasus ini patut dicontoh masyarakat.

"Sebagai warga negara, Anies taat dan patuh pada hukum. Sebagai pemimpin Jakarta, Anies telah menunjukan kelasnya," kata Purwanto kepada RM.id, Rabu (22/9).

Berita Terkait : Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Pake Jurus Mingkem

Dia berharap kasus ini segera terungkap dengan jelas, transparan, dan obyektif. Sehingga warga Ibu Kota memiliki informasi kasus tersebut hingga proses putusan pengadilan dan inkrah.

"Terkait substansi pertanyaan, itu sepenuhnya hak penyidik. KPK akan memulai penggalian informasi dan keterangan saksi dari mana," ujarnya.

Pujian terhadap Anies  juga datang dari Wakil Ketua DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi. Ia memuji sikap Anies yang tenang mendatangi institusi yang dipimpin Firli Bahuri itu.

Berita Terkait : Anies Baswedan: Saya Akan Sampaikan Semua

"Saya mengapresiasi Pak Gubernur, yang datang memenuhi undangan KPK. Semoga, informasi yang diperlukan oleh KPK terjawab oleh Pak Anies," harap politisi PKS itu.

Terpisah, politisi NasDem.Bestari Barus menjelaskan, tidak ada yang istimewa dari langkah Firli Bahuri Cs meminta keterangan Anies.

Namun, ia memahami, penting bagi penegak hukum mendapatkan keterangan terkait kebijakan, maupun mekanisme dalam pelaksanaan belanja daerah.

Berita Terkait : Anies: Biasa Saja...

"Bukanlah suatu hal yang luar biasa ketika gubernur atau kepala daerah itu dimintai keterangan oleh penegak hukum," tukas mantan anggota DPRD DKI itu.

Sekadar latar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diperiksa KPK untuk mendalami keterlibatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Dirut Perumda) Pembangunan Sarana Jaya nonaktif, Yoory Corneles Pinontoan (YRC) dalam kasus pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. [UMM]