Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sidang Korupsi Proyek Masjid Raya

JPU Beberkan Aliran Dana Untuk Sewa Heli Sumsel 1

Sabtu, 16 Oktober 2021 07:10 WIB
Terdakwa kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya yang merupakan Ketua Panitia Divisi Lelang Syarifudin (kiri) bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)
Terdakwa kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya yang merupakan Ketua Panitia Divisi Lelang Syarifudin (kiri) bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin diduga kecipratan duit miliaran rupiah dari pembangunan Masjid Raya Sriwijaya. Dana itu dikeluarkan PT Brantas Abipraya, kontraktor yang menggarap proyek ini.

Catatan aliran dana dengan keterangan untuk “Sumsel 1” ini ditemukan saat penggeledahan rumah Syarifudin, Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Raya. Sumsel 1 merupakan sebutan untuk gubernur yang saat itu dijabat Alex Noerdin.

Berita Terkait : Berkas Rampung, Anja Runtuwene Cs Segera Disidang

“Ada untuk Sumsel 1 nominalnya Rp 2,5 miliar dan Rp 2,43 miliar. Ada juga sewa heli untuk Sumsel 1 Rp 300 juta,” Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riyadi membeberkan aliran dana ini pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang.

Pada sidang ini, Syarifudin dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Mukti Sulaiman (mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel sekaligus ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah/TAPD) dan Ahmad Nasuhi (mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel).

Berita Terkait : LaNyalla Serahkan Medali Dan Bonus Untuk Atlet Di PON XX Papua

Syarifudin juga menjadi terdakwa perkara yang merugikan negara Rp 130 miliar ini. Namun sidangnya dipisah.

“Saudara tahu ini ditemukan di rumah saudara?” tanya JPU Roy Riyadi kepada Syarifudin.

Berita Terkait : Ketua DPD Dorong Pemkot Surabaya Percepat Sertifikasi Aset

Syarifudin mengelak. Roy mencecar bahwa uang ini dari PT Brantas Abipraya dan PT Yodya Karya yang menjalin Kerjasama Operasional (KSO) dalam proyek pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

“Saya tidak tahu itu punya siapa,” Syarifudin berkelit.
 Selanjutnya