Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Stop Polemik Yang Pecah-Belah Bangsa
Ustad Yusuf Mansur: Kita Harus Ngerem, Jangan Ikut-ikutan Nggak Berhenti
Rabu, 27 Oktober 2021 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas soal Kementerian Agama adalah hadiah untuk Nahdlatul Ulama, belakangan ini marak diberitakan dan menjadi polemik.
Yaqut sampai 2 kali mengklarifikasi pernyataannya, agar tak heboh berkepanjangan.
Yang pertama disampaikan di Solo, pada Senin (25/10).
Dalam kesempatan ini, Yaqut menyebut pernyataannya digoreng-goreng pihak tertentu sehingga menjadi heboh. Padahal, pernyataan itu bersifat internal dan untuk menyemangati para santri NU.
Baca juga : KKP Minta Masukan Atas Tiga Rancangan Peraturan Menteri
Yang kedua, disampaikan pada Selasa (26/10). Yaqut menegaskan, Kementerian Agama yang saat ini dia pimpin adalah milik semua agama. Kemenag didirikan sebagai bentuk kehadiran memfasilitasi kepentingan umat beragama.
Merespon situasi ini, Ustad Yusuf Mansur (UYM) mengatakan, akhir-akhir ini, rakyat Indonesia digerogoti penyakit senang berpolemik. Belum siap menerima kesalahan dan kekurangan orang lain.
Dia berharap, segala polemik yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa, dapat segera diakhiri.
"Bukan cuma polemik ini, tapi polemik lainnya juga. Kalau masih ada orang yang tidak pernah berhenti berpolemik, ya kitanya yang berhenti. Kalau ada orang yang nggak bisa sabar, kitanya yang sabar. Kalau ada yang masih emosi, kitanya yang tahan emosi," kata UYM kepada RM.id Selasa (26/10).
Baca juga : Kita Bukan Superman Yang Nggak Bisa Tertular Virus
UYM menekankan, manusia mestinya memiliki kemampuan mengerem hal-hal yang tidak produktif. Apalagi, kalau banyak mudharatnya. Seperti mendatangkan perselisihan, kekecewaan, kemarahan, kesedihan, dan emosi.
"Itu tambah harus ngerem lagi. Memang ada pihak-pihak yanag tidak akan berhenti. Tapi, ambil posisi kepada pihak yang berhenti. Jangan ikut-ikutan nggak berhenti," jelas ustad kondang itu.
UYM berharap, masyarakat mengedepankan doa dalam menyelesaikan masalah. Bukan malah memperkeruh suasana, karena tidak bisa memberikan solusi dan jawaban.
"Bukan berarti saya bela Menag. Tapi, ini masalah umum yang terjadi di keluarga, pekerjaan, usaha, dan lain-lain. Mudah-mudahan, kita bisa menjadi bangsa yang siap menerima kekeliruan orang lain," papar UYM.
Baca juga : Ustad Yusuf Mansur : Kita Butuh Penggugur Dosa
"Yang namanya manusia, kurang lengkap tanpa kesalahan dan kekurangan. Kalau memang salah, ya diperbaiki. Itu proses yang natural," pungkasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya