Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IHWG FKUI Serukan Pentingnya Jaga Kecukupan Hidrasi Di Masa Pandemi
Sabtu, 30 Oktober 2021 00:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Air merupakan salah satu zat gizi yang harus dipenuhi kebutuhannya agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Kurangnya air di dalam tubuh bisa berakibat fatal.
Karena itu, Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan Danone-AQUA menggelar IHWG Webinar Week 2021 pada 21-28 Oktober 2021. Webinar yang bertemakan “Hydration During New Era of Pandemic” ini menyerukan pentingnya menjaga kecukupan hidrasi di masa pandemi.
Webinar ini menghadirkan berbagai pakar di bidang hidrasi, gizi, penyakit dalam, kesehatan ibu hamil dan menyusui, kedokteran olah raga dan kesehatan masyarakat. Topik yang dibahas secara spesifik seputar topik pentingnya kecukupan hidrasi pada saat beraktivitas fisik dan bekerja bagi pekerja, ibu hamil dan menyusui di masa pandemi, serta pentingnya kualitas air minum untuk mendukung kesehatan jangka panjang.
Baca juga : Presiden Tekankan Pentingnya Jurnalis Yang Bijak
Ketua IHWG FKUI Dr. dr. Diana Sunardi, mengatakan, acara ini dapat menjadi salah satu sarana bagi IHWG untuk membagikan fakta dan informasi terbaru mengenai hidrasi dan kesehatan kepada para praktisi kesehatan dan masyarakat secara luas yang semakin relevan pada kondisi pandemi seperti saat ini.
"Program edukasi baik melalui webinar, workshop, dan program edukasi lainnya, serta pembuatan material edukasi yang secara berkala dilakukan IHWG adalah upaya untuk peningkatan pengetahuan dan mendukung perubahan perilaku hidrasi sehat yang lebih baik. Kesempatan ini juga sekaligus merayakan 9 tahun terbentuknya IHWG," kata Diana, dalam keterangan yang diterima Jumat (30/10).
Ia mengingatkan bahwa cairan merupakan komponen penyusun tubuh yang kandungannya mencapai 70 persen dari komposisi tubuh. Sehingga kekurangan 2 persen cairan dapat memberikan efek jangka pendek seperti penurunan konsentrasi, fokus, daya ingat sesaat dan bahkan bisa menyebabkan penurunan fungsi kognitif.
Baca juga : PLN Jakarta Terjunkan 2.356 Personel Jaga Kelistrikan Di Musim Hujan
Sedangkan dalam jangka panjang, kurangnya konsumsi cairan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal seperti batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Informasi ini belum cukup baik diketahui masyarakat. "Karena mayoritas masyarakat memahami bahwa manfaat air mineral hanya untuk menghilangkan rasa haus saja," sambungnya.
Padahal, di masa pandemi seperti saat ini, dimana terjadi perubahan pola dalam bekerja, yang mengharuskan para perkerja untuk bekerja dari rumah. Sementara, jika bekerja di kantor harus menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, pelindung wajah dan lain lain. APD tersebut dapat menyebabkan berkurangnya asupan air minum dan meningkatkan risiko dehidrasi yang akan berdampak juga pada kualitas kerja.
Hasil survei IHWG menyatakan bahwa, 53,7 persen pekerja belum memenuhi kebutuhan minum hariannya. Sedangkan 76,1 peresen pekerja merasa pekerjaannya berisiko menyebabkan kurang cairan. Lalu, 15,5 persen pekerja jarang atau bahkan tidak pernah menyiapkan air minum selama bekerja di rumah. Sedangkan 19,1 persen pekerja jarang atau bahkan tidak pernah menyiapkan air minum di meja kantor.
Baca juga : The Reds Disebut Masih Memble
"Hidrasi sehat juga penting pada ibu hami dan menyusui. Namun faktanya, 2 dari 5 ibu hamil dan 1 dari 2 ibu menyusui di Indonesia tercatat belum tercukupi kebutuhan minum hariannya," imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya