Dark/Light Mode

Event Tour de Borobudur

Ganjar: Nepal Van Java Luar Biasa, Jalurnya Bikin Klenger, Nganti Ndeprok...

Minggu, 7 November 2021 15:53 WIB
Event Tour de Borobudur Ganjar: Nepal Van Java Luar Biasa, Jalurnya Bikin Klenger, Nganti Ndeprok...

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepayahan menaklukkan tanjakan terakhir sebelum finish event Tour de Borobudur, Minggu (7/11).

Nafasnya ngos-ngosan, keringat bercucuran di wajahnya. Maklumlah, jalur terakhir event Tour de Borobudur kali ini memang luar biasa.

Ganjar dan para peserta lain harus menaklukkan tanjakan dengan elevasi hingga 30 persen, menuju Nepal Van Java. Sebuah destinasi wisata unggulan di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Butuh, Kaliangkrik Magelang.

Untuk rute kali ini, Ganjar memisahkan diri dari rombongan besar yang start dari Candi Borobudur. Ganjar dan istri, Siti Atikoh Ganjar Pranowo memilih start dari Polsek Kaliangkrik, yang jaraknya tak terlalu jauh, sekitar 10 km.

Baca juga : Menko Airlangga: Jangan Lengah, Patuhi Selalu 3 M!

Namun begitu start, Ganjar langsung dihadang oleh tanjakan-tanjakan terjal. Butuh waktu cukup lama bagi Ganjar untuk berhasil menyentuh garis finish.

“Wah, kalau ini jalurnya bikin klenger betul. Nganti ndeprok (sampai lemes, Jawa, Red),” kata Ganjar, sesampainya di garis finish.

Ganjar menuturkan, jalur yang dilalui kali ini memang cukup berat. Elevasi atau rute tanjakan mulai 18 hingga 25 persen. Bahkan, ada beberapa tanjakan dengan elevasi 30 persen.

“Atlet-atlet yang ikut dan berhasil finish emang top semuanya. Paru-parunya 4 mungkin ya, saya saja sudah kewalahan. Dari kepala keringatnya ngalir sendiri. Sooor,” imbuhnya sambil ngos-ngosan.

Baca juga : Ribuan Vaksin Kedaluwarsa Di Kudus, Ganjar Instruksikan Hal Ini

Ganjar sudah pernah datang ke Dusun Butuh, saat kampanye dulu. Ia bahkan sempat menginap di rumah warga. Namun, kala itu, ia datang menggunakan mobil. Baru kali ini, ia datang menggunakan sepeda.

Meski melelahkan, Ganjar senang dengan rute yang dilewatinya. Pemandangan ala pegunungan yang indah membuatnya terpesona.

"Sensasinya dahsyat. Memang tinggal jalannya harus diperbaiki dan diperlebar lagi. Kalau sudah, ini akan jadi tempat yang betul-betul eksotis. Untuk trail run bagus, untuk sepedaan bagus juga. Toplah,” pungkasnya.

Salah satu peserta Tour de Borobudur yang berhasil finish pertama, Ody (24) mengatakan, sensasi rute kali ini memang mantap.

Baca juga : Lima Argumen Untuk Kemerdekaan Keyakinan Yang Setara

Dengan rute tanjakan yang elevasinya 30 persen, pesepeda asal Jogja ini menilai Nepal Van Java memang luar biasa. Ody finish dengan catatan waktu satu jam 35 menit.

"Tapi saya sudah prepare untuk ini. Persiapannya sudah lumayan dan jalur ini merupakan jalur latihan kami. Jadi nggak begitu kaget,” jelasnya.

Ody mengapresiasi kegiatan Tour de Borobudur yang digelar kali ini. Menurutnya, event yang dilakukan sangat profesional dan layak diikuti tahun depan.

“Pengamanannya mantab, jalurnya juga clear. Tahun depan kalau ada lagi, saya pasti ikut,” pungkasnya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.