Dewan Pers

Dark/Light Mode

Minta Pemerintah Netral Di Muktamar NU

Kiai Said Dijawab Istana

Sabtu, 13 Nopember 2021 07:50 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tak ada angin, tak ada hujan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta pemerintah netral di Muktamar NU yang akan digelar di Lampung, bulan depan. Entah apa dasarnya Said yang juga kembali mencalonkan diri sebagai ketum PBNU untuk ketiga kalinya itu, berkata demikian. Namun, pihak Istana memastikan tak ikut cawe-cawe.

Permintaan itu disampaikan Said Aqil saat melakukan silaturahmi antara PBNU dengan Transmedia, di Jakarta, Kamis (11/11).

Berita Terkait : DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

“Harapan saya, Pak Jokowi, sebagai Kepala Negara, ya, dalam hal muktamar ini, netral,” kata Said Aqil.

Said Aqil mau Muktamar NU berjalan sesuai dengan gaya NU. Dia juga ingin agar ketua umum yang dipilih merupakan pilihan NU sendiri. “Biarkan NU punya gaya sendiri, punya hasil pemilihannya sendiri,” ujarnya.

Berita Terkait : Hore!! Pemerintah Korsel Kembali Buka Penempatan PMI

Menurutnya, kalau pemerintah ikut campur, maka akan merusak Muktamar NU. “Kalau kata orang, kan pemerintahan, kementerian, misalkan ikut campur dalam mobilisasi massa, itu akan rusak nanti, mobilisasi suara, akan rusak nanti,” ungkap dia.

Memangnya ada indikasi intervensi pemerintah? Jawaban Said Aqil santai. Belum berani gambling dan tegas. Ulama asal Cirebon itu hanya menyayangkan seandainya ada campur tangan pemerintah dalam pemilihan bos NU nantinya.

Berita Terkait : Komisi IX DPR Minta Pemerintah Antisipasi Agar Tak Ada Vaksin Covid Kedaluwarsa

“Kalau ada, kita sayangkan. Jangan sampai instansi pemerintah ikut campur dalam hal muktamar NU, kredibilitas dua-duanya rusak, NU-nya rusak, lembaga pemerintahan juga rusak. Malah menjatuhkan martabat muktamar,” tegas Said Aqil.
 Selanjutnya