Dark/Light Mode

PSSI Milik Siapa?

Senin, 14 Oktober 2019 07:03 WIB
Ngopi - PSSI Milik Siapa?
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Siapa yang saat ini tidak geregetan melihat sepak bola di Indonesia?

Hampir semua teman yang saya tanya mayoritas semua geregetan dan gemes.

Bukan cuma karena gaya permainan yang tidak berkembang, suporter yang sering ngamuk, tapi yang paling bikin teman-teman saya melotot adalah tidak becusnya pengurus PSSI ngurus sepak bola.

Sudah jadi rahasia umum memang ketika kita membicarakan PSSI dan gaya kepengurusannya.

Banyak yang bilang mereka yang di dalam PSSI itu tidak kompeten di bidangnya.

Baca juga : Sistem Ganjil Genap Kepentingan Siapa?

Mulai dari pengusaha yang cuma cari untung, mantan artis dan lawyer yang pernah ditanya statuta FIFA tapi tidak tahu apa-apa, sampai yang sudah jadi rahasia umum yakni politikus yang nyambi jadi pengurus dan sok-sokan ngerti bola.

Terbaru, bursa ketua umum PSSI yang jadi sorotan. Di antara nama-nama caketum yang ngerti cara ngurus bola karena sudah lama bergelut langsung di dalam dunia persepakbolaan nasional ternyata minim.

Nama yang kembali muncul dan jadi perbincangan publik adalah politikus. Saya ngeri sepak bola Tanah Air akan semakin tenggelam kalau orang ini kembali ada di pucuk kekuasaan PSSI.

Kesibukannya sebagai politikus akan menyulitkan gerak-gerik nya sebagai ketum PSSI jika terpilih.

Contohnya, mantan ketum Edy Rahmayadi. Ada juga komisaris jenderal yang ikut maju dalam bursa ketum PSSI tahun ini.

Baca juga : Diculik Jin

Bahkan caketum ini awalnya sangat diunggulkan untuk menduduki kursi panas PSSI.

Cuma dari sekian banyak janjinya, sepertinya cuma akan jadi angin lalu saja.

Toge, salah satu teman saya yang kini jadi pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) di daerah Gunung Putri, Bogor membenarkan ketidakbecusan PSSI dalam mengelola sepak bola.

Ia bahkan mengungkap borok PSSI di daerah. “Ada temen gue yang pingin jadi pelatih cuma gak punya lisensi. Itu bisa diakalin sama PSSI di daerah buat bikin lisensi,” ungkap Toge.

Menurutnya, sepak bola dalam negeri tidak akan berkembang kalau masih diisi mafia dan hanya dimanfaatkan politisi sebagai pengeruk suara.

Baca juga : Pandu Naik Surga

“Gue si gak masalah sama orang politik yang masuk ke sepak bola kalau memang ngerti bola. Tapi yang gue liat selama ini mereka cuma numpang tenar dari sepak bola. Ngurusinnya cuma kalau mau ada pilkada doang,” ujar Toge.

Akhirnya, dari berbagai prestasi jeblok dan morat-marit kepengurusan hingga kini sampai ke bursa caketum, pertanyaan saya dari dulu sama.

Kenapa orangnya itu-itu saja? Apakah PSSI sudah jadi milik segelintir orang? Sebenarnya PSSI milik siapa?

Jawabnya, tentu bukan milik kita rakyat Indonesia yang benar-benar cinta terhadap kemajuan sepak bola Tanah Air. [ALFIAN SIDIK]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.