Dark/Light Mode

Demokrasi Ala Remaja Majelis Taklim

Minggu, 2 Februari 2020 03:20 WIB
Ngopi - Demokrasi Ala Remaja Majelis Taklim
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - "Saya akan memajukan dan membesarkan organisasi dengan sekuat tenaga". Itulah pidato singkat yang disampaikan Igandiya Bargandi usai terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Taklim Nur al-Fikri (MTRNF), di depan puluhan anggotanya.

Igan terpilih setelah mengalahkan tiga kandidat lain, dengan kemenangan tipis melalui proses voting di Rapat Tahunan Anggota (RTA) MTRNF yang digelar 25 Januari 2020. Igan merupakan satu-satunya kandidat Ketua Umum laki-laki di RTA ke-12. Kedua calon lain yang dikandaskan yaitu Sarita dan Novi.

Sekadar diketahui, meski organisasi ini bernama majelis taklim, tapi tidak seperti majelis taklim lainnya yang melakukan kegiatan pengajian. Tapi, MTRNF merupakan organisasi yang dikelola oleh para remaja Cibinong, Bogor yang memiliki ratusan anggota.

Berita Terkait : Critical Eleven

Tak hanya mengelola pengajian bagi remaja, anak-anak dan orang tua. Organisai yang berada di bawah naungan Yayasan Balqis Nur al Fikri ini juga bergerak di bidang pendidikan dan kegiatan sosial.

Selain kegiatan peringatan hari besar Islam, seringkali lembaga yang sudah berdiri 22 tahun ini menggelar kegiatan bedah buku, diskusi, Belajar Ala Remaja Islam (Baris), festival jurnalistik, dialog interaktif, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), dialog interaktif dan bakti sosial.

Kembali ke proses RTA. Rapat dimulai sejak jam 8 pagi di MTRNF yang diawali dengan Sidang Pleno 1 yaitu pembahasan tatatertib sidang dan agenda sidang. Kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno 2, pembacaan dan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya.

Berita Terkait : Gantung Sepatu Futsal

Selanjutnya, waktu, tenaga dan fikiran cukup terkuras saat masuk di sidang pleno 3 karena membahas ratusan pasal di draft AD/ART, GBHO, struktur oraganisai dan rekomendasi. Meski pembahasan cukup alot, tapi tidak ada kegaduhan ataupun kericuhan. Karena, kami semua anggota paham bahwa yang akan diputuskan adalah untuk kepentingan bersama dan masyarakat, tidak ada kepentingan politik.

Masuk ke sidang pleno 4 pemilihan Ketua Umum. Suasana mulai gaduh lantaran para anggota mulai mengeluarkan yel-yel dan dukungannya kepada salah satu calon yang sudah dianggap berhak mencalonkan diri. Ada aturan tertentu untuk bisa dicalonkan dan mencalonkan diri menjadi Ketua Umum MTRNF. Sehingga bisa menjaring tiga calon.

Setiap anggota, alumni dan tamu undangan yang hadir tidak otomatis memiliki hak suara. Mereka yang memiliki hak suara adalah yang berusia 15-25 tahun. Proses pemilihannya, semua anggota yang memiliki hak suara berhak memilih tiga calon nama sebagai bakal calon.

Berita Terkait : Jenazah Diurus Oleh Para Guru

Setelah itu, tiga orang yang mendapat suara terbanyak dinyatakan sebagai calon Ketua Umum. Ketiga calon tersebut yaitu Igan, Sarita dan Novi. Ketiga calon inilah yang akan diadu di partai final pemilihan Ketua Umum MTRNF periode 2019.

Saat penghitungan suara berlangsung lagi-lagi anggota membuat kegaduhan dengan menyerukan yel-yel dukungan kepada masing-masing calon. Singkat cerita, Igan lah yang terpilih memegang tongkat kepemimpinan organisasi. Usai memilih Ketua Umum, acara dilanjutkan dengan pemilihan Dewan Pembina organisasi yaitu, Badan Koordinasi dan Pengawasan Pengurus (BKPP).

Didi Rustandi, Wartawan Rakyat Merdeka