Dark/Light Mode

Pemulung Dadakan

Minggu, 3 Januari 2021 06:15 WIB
Ngopi - Pemulung Dadakan
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Beberapa bulan terakhir di era pandemi Covid-19, banyak warga di sekitar kontrakan saya punya kebiasaan baru, yakni rutin jalan pagi. Awalnya saya mengira mereka semua ingin olahraga pagi sekaligus mengusir stres karena lebih banyak di rumah. Ternyata mereka jadi rajin jalan pagi karena jadi korban pemutusan hubungan kerja alias PHK.

Berita Terkait : Tak Pede Bicara Agama

Jadi, sekalian jalan pagi mereka membawa kantong plastik ukuran besar. Awalnya saya pikir buat sekalian beli sayur, nggak tahunya buat membawa hasil memulung.

Berita Terkait : Berdesakan Di Samsat

Bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak tidak canggung lagi buat melihat-lihat, mengaduk-aduk, dan mengambil barang dari tempat sampah milik warga di situ-situ juga. Barang yang paling diincar adalah kardus dan botol plastik.

Berita Terkait : Pilah-pilih Sekolah

Seorang bapak berambut cepak sangat gembira begitu melihat di tong sampah ada kardus mie instan. Kardus itu dilipat-lipat biar masuk ke dalam kantong plastik yang dibawanya. Setahu saya dia berprofesi sebagai petugas sekuriti. Ternyata dia sudah di-PHK.
 Selanjutnya