Dark/Light Mode

Sebatang Rokok Direbut dan Dibuang

Sabtu, 25 September 2021 06:28 WIB
Ngopi - Sebatang Rokok Direbut dan Dibuang
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Ini peristiwa sepele tapi jarang terjadi. Waktu itu, semasa kuliah di tahun 1980-an, saya masih naik angkutan umum. Anda pasti hafal suasananya: berdesakan, bau keringat, dan para penumpang cenderung egois terutama dalam berebut tempat duduk. Yang menyebalkan, saat itu ada seorang pemuda seenaknya saja merokok sehingga asapnya mengganggu yang lainnya.

"Mas, jangan merokok di dalam mobil dong. Asapnya mengganggu nih," kata seorang ibu, sambil mengipas-ngipas telapak tangannya guna mengusir asap rokok itu.

Berita Terkait : Menangis Karena Bahagia

Si pemuda yang merokok cuek saja, seolah tak mendengar teguran itu. Dia malah terus mengisap rokoknya dalam-dalam, sehingga asapnya mengepul menerobos puluhan penumpang yang berimpitan.

Terdengar beberapa penumpang wanita batuk-batuk, mungkin tak tahan ikut mengirup asap rokok tersebut. Kemudian terdengar keluhan dan gerutuan, "Waduh, siapa yang merokok nih". ’’Iya, nggak punya perasaan banget deh," timpal yang lainnya. Dalam sekejap, hampir semua penumpang mengeluhkan asap rokok itu, hingga suasana agak gaduh.

Berita Terkait : Juara Mancing Ikan Mas

Tapi, si pemuda tadi tetap saja asyik dengan rokoknya. Ia terus mengisap rokoknya, seolah tak mendengar orang lain mengeluh akibat kepulan asap rokoknya. Tiba-tiba, seorang bapak--yang mungkin sudah sangat kesal--langsung merebut rokok yang sedang diisap pemuda tersebut, dan membuang rokok itu ke jalan.

"Kamu kurang ajar sekali. Lihat tuh orang ribut gara-gara asap rokok. Masih saja merokok! Sana merokok di luar, silakan kamu turun!" bentaknya.

Berita Terkait : Belajar Aquascape

Pemuda itu diam tak membantah, mungkin malu dan agak takut. Diam-diam, pemuda itu mendekati pintu. Ketika mobil bergerak perlahan, karena jalannya agak macet, ia langsung turun.

Peristiwa sepele itu mengajarkan kepada kita: ketidakbaikan atau kejahatan tidaklah hilang hanya diributkan atau dikeluhkan, tapi harus ada orang yang berinisiatif melawannya; harus ada orang yang berani bertindak menumpas kejahatan. Kalau tidak, kejahatan akan terus terjadi dan mengganggu orang-orang yang baik. Kasus korupsi misalnya, jangan cuma dipolemikkan, tapi tangkap, adili, dan penjarakan pelakunya. [Zaenuddin HM]