Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatan Bambang Soesatyo
Ramadan 1443 Hijriah, Lipatgandakan Kesabaran Dan Tetaplah Bersyukur
Jumat, 1 April 2022 13:08 WIB
Sebelumnya
Sebagaimana diyakini bersama, berpuasa bukan sekadar menjaga dan membatasi aktivitas fisik dari kegiatan yang berhubungan dengan makan, minum, dan hubungan suami-istri. Lebih dari itu, dalam puasa Ramadan, umat Islam didorong untuk mampu mengendalikan batin. Maka, sudah selayaknya umat tetap bersukur walau masih ada pembatasan dengan ketentuan Prokes. Dalam konteks keleluasaan ibadah puasa Ramadan tahun ini, Indonesia jauh lebih longgar dibandingkan sejumlah negara lainnya.
Selama menjalankan puasa Ramadan, umat Islam juga ditekankan untuk mengedepankan kemauan untuk bersabar. Tentu saja, karena Indonesia masih tetap harus mewaspadai pandemi Covid-19, kesabaran umat pada periode puasa Ramadan tahun ini jelas harus berlipat-lipat. Artinya, di satu sisi umat dituntut bersabar dalam menjalankan perintah agama, tetapi pada sisi lain umat harus mau lebih bersabar lagi dalam menghadapi ujian kehidupan terkait ancaman pandemi sekarang ini.
Setiap orang yang sedang menjalankan ibadah puasa sesungguhnya sedang berada di puncak kesabaran yang tidak ada bandingannya. Bersabar merupakan sikap terpuji yang sangat dianjurkan. Setiap orang yang memilih sikap bersabar memiliki kedudukan yang tinggi dan sangat dekat dengan Sang Maha Pencipta. Pahala pun semakin besar, ketika umat harus bersabar dan bersyukur di tengah berbagai keterbatasan saat menjalankan ibadah puasa Ramadan, maupun ibadah wajib serta sunnah lainnya.
Baca juga : Ujian Kesabaran Datang Bertubi-tubi
Selain bersabar menyikapi pembatasan sebagaimana diatur dalam prokes, umat pun didorong untuk bersabar menyikapi tantangan lainnya. Yakni kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang sudah terjadi menjelang Ramadan. Bahkan, harga bahan bakar minyak (BBM), jenis Pertamax, juga naik pada awal April 2022. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) melaporkan bahwa harga beberapa komoditas bahan pokok mulai merangkak naik. Antara lain bawang putih, telur ayam, daging sapi, minyak goreng dan gula pasir.
Kesabaran umat menyikapi kencenderungan itu hendaknya direspons pemerintah dengan bekerja lebih keras. Dalam situasi seperti sekarang, dibutuhkan kebijakan yang berfokus pada pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat. Ingat bahwa dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menyebabkan perekonomian keluarga-keluarga Indonesia belum sepenuhnya pulih. Bahkan, tidak sedikit keluarga yang menyongsong bulan Suci Ramadan tahun ini dengan penuh keprihatinan karena aspek perekonomian mereka benar-benar belum pulih. Kenaikan harga BBM sudah pasti akan menambah tekanan kepada jutaan keluarga.
Para menteri ekonomi diharapkan peduli pada masalah ini. Lonjakan harga kebutuhan pokok selama periode puasa Ramadan hendaknya tidak dibiarkan. Kecenderungan sekarang ini perlu direspons dengan operasi pasar, agar fluktuasi harga kebutuhan pokok mencapai tingkat kewajarannya.
Baca juga : Sambut Ramadhan dan Hari Raya, Kami. Hadirkan 2 Koleksi Terbarunya
Idealnya, kenaikan harga BBM pun ditunda dulu. Sebab, dalam periode puasa Ramadan, masyarakat akan melaksanakan tradisi mudik. Kalau kenaikan harga BBM dipaksakan pada awal bulan puasa, beban pengeluaran atau belanja masyarakat akan membengkak, baik oleh kenaikan harga kebutuhan pokok maupun akibat dari kenaikan harga BBM.
Sudah menjadi pemahaman bersama bahwa masyarakat ingin melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan khusyuk. Dukungan yang paling dibutuhkan dari pemerintah hanyalah pengendalian harga kebutuhan pokok, termasuk kesediaan menunda kenaikan harga BBM.
Selamat Menjalani Ibadah Puasa Ramadan 1443 Hijriah!***
Baca juga : Tetap Selalu Disiplin Prokes Ya
Penulis: Ketua MPR /Kandidat Doktor Ilmu Hukum UNPAD/Dosen Fakultas Hukum, Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya