Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tindak Lanjuti Arahan Puan, Komisi IX DPR Bakal Koordinasi Dengan Kemenkes Bahas Hepatitis Akut

Sabtu, 14 Mei 2022 10:40 WIB
Ketua DPR Puan Maharani/IG
Ketua DPR Puan Maharani/IG

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi IX DPR dijadwalkan akan menggelar rapat dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membahas perkembangan penyakit Hepatitis Akut yang sudah bermunculan di Tanah Air. Hal itu menindaklanjuti arahan Ketua DPR Puan Maharani.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP Rahmad Handoyo mengatakan, rencananya rapat itu akan digelar di masa persidangan berikutnya, usai masa reses berakhir minggu ini.

"Minggu depan akan kami jadwalkan untuk membahas dengan Komisi IX, mencari waktu yang tepat melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait hepatitis akut," kata Rahmad kepada wartawan, Jumat (13/5).

Rahmad memastikan, permasalahan penyakit hepatitis akut ini menjadi perhatian sekaligus prioritas dari Komisi IX DPR.

Dia mendukung sepenuhnya arahan Ketua DPR Puan Maharani yang meminta pemerintah terus memonitoring perkembangan hepatitis akut di Tanah Air.

Berita Terkait : DPR Siap Guyur Anggaran Penelitian Kesehatan Buat Penanganan Hepatitis Akut

"Saya setuju apa yang disampaikan Ibu Ketua DPR, kita mendukung dan pasti akan dorong pemerIntah segera memonitoring perkembangan hepatitis akut,” ujar Rahmad.

Ketua DPR Puan Maharani mengimbau masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak untuk mengantisipasi penyebaran hepatitis akut yang dilaporkan cukup membahayakan bagi anak. 

Dia juga mengingatkan agar pemerintah bekerja cepat memonitor dan mengatasi penyakit ini.

“Peran orang tua sangat penting dalam menghadapi hepatitis akut yang masih belum diketahui penyebabnya ini. Salah satu upaya yang harus dilakukan dengan menjaga pola keseharian anak,” ujar Puan, Rabu (11/5).

Mantan Menko PMK itu pun meminta pemerintah agar terus berkoordinasi dengan WHO dalam menghadapi hepatitis akut. 

Berita Terkait : KPK Koordinasi Dengan Polda Kaltara Untuk Lacak Aset Briptu HSB

Puan juga mengingatkan pemerintah agar terus memberi penjelasan yang akurat kepada masyarakat terkait kasus dan penanganan penyakit yang masih misterius ini.

“Sehingga tidak muncul kabar yang simpang siur terkait penyakit ini. Dan penting juga menjaga informasi untuk menghindari berita-berita hoax yang dapat menimbulkan kepanikan masyarakat,” ungkapnya.

Puan menambahkan, pemerintah harus segera menentukan protokol penanganan kasus hepatitis akut. Apalagi penyakit ini muncul di saat pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Dengan penanganan yang tepat, kita berharap semua nyawa pasien hepatitis akut ini dapat diselamatkan,” ujar Puan.

“Pemerintah Pusat juga harus meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam monitoring terkait potensi munculnya kasus-kasus baru di berbagai wilayah,” ujarnya.

Berita Terkait : Vaksinasi Dan Prokes Masih Terus Digenjot

Puan pun mengingatkan pemerintah agar menyiagakan dokter anak dan tenaga medis lainnya di setiap daerah, serta mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk skenario terburuk. Termasuk  terus memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). 

“Pemerintah Pusat bersama-sama dengan Pemda dan pihak sekolah agar menjaga peserta didik dari penyebaran penyakit ini,” pungkas Puan. [REN]