Dark/Light Mode

Fadel Uraikan Peluang Keberhasilan Jokowi Damaikan Rusia-Ukraina

Selasa, 28 Juni 2022 14:43 WIB
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Peran Jokowi

Ketika diberitakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menghadiri undangan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pada 26-28 Juni 2022 di Jerman akan melanjutkan kunjungan ke Ukraina dan Rusia dalam upaya mendamaikan kedua belah pihak, banyak yang melihatnya dengan nada minor.

Ada pengamat di Indonesia yang menyebutkan, Indonesia tidak memiliki kekuatan untuk menekan Rusia dan Ukraina agar mereka berdamai. Negara pemrakarsa perdamaian, misalnya AS, umumnya memiliki kekuatan ekonomi atau senjata untuk mengancam kedua belah pihak yang bertikai seperti sanksi ekonomi.

Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia Evi Fitriani, seperti dikutip Tempo.co, menyebutkan, Indonesia tidak punya uang dan tak punya senjata untuk memaksa kedua negara berhenti berperang. Namun, menurutnya, ada satu peluang yang bisa diambil, yakni memberikan alasan pada Rusia agar negara itu mau berhenti berperang.

Baca juga : Dubes Fientje Serahkan Surat Kepercayaan Secara Virtual Kepada Raja Tonga

Rusia, pada dasarnya ingin juga berhenti perang namun malu jika harus berhenti tanpa alasan yang memadai. Rusia butuh exit strategy yang elegan, dan Indonesia yang bisa berperan sebagai sahabat Rusia akan mampu memberikan exit strategy tanpa Rusia kehilangan muka.

Bagi Indonesia sendiri, kata Fadel jika perdamaian kedua negara tidak tercapai sebelum November 2022 ketika Indonesia menjadi tuan rumah (presidensi) KTT G20 pada 15-16 November 2022 di Bali, maka akan terjadi kerumitan.

G20 terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. Anggotanya adalah Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Sebagai salah satu anggota G20, lanjut Fadel Rusia tetap diundang Indonesia. Keputusan itu sempat mendapat reaksi dari negara-nagara Barat yang memberikan sanksi pada Rusia. Bahkan ada sejumlah negara yang mengancam akan memboikot KTT G20 di Bali jika Rusia diundang, termasuk AS.

Baca juga : Partai Garuda: Mereka Berpikiran Kerdil

"Lobi Indonesia terhadap negara-negara yang akan memboikot diragukan akan membawa hasil oleh sejumlah pihak di Indonesia," kata dia.

Namun Fadel melihat, upaya Jokowi yang terus berjuang melakukan lobi ke negara-negara Barat dan niatnya mengunjungi Ukraina kemudian ke Rusia pada pekan ini, merupakan langkah yang berani. Ukraina masih berperang dan keamanan kunjungan Presiden Jokowi membutuhkan perhitungan yang rinci.

Dengan itu, Fadel mendukung upaya Jokowi mendamaikan Rusia-Ukraina. Apalagi hubungan Indonesia terhadap Ukraina maupun Rusia terus membaik dari waktu ke waktu. Hubungan Indonesia dengan kedua negara itu tidak hanya dalam bidang ekonomi dan politik, tetapi juga budaya.

Fadel melihat banyak pemuda Ukraina yang belajar bahasa Indonesia dan mempelajari perjuangan dan budaya Indonesia. Mereka mengagumi perjuangan Indonesia dari mulai Sumpah Pemuda hingga perjuangan kemerdekaan. Begitupun di Rusia, banyak pemuda-pemuda Rusia yang belajar bahasa dan budaya Indonesia.

Baca juga : RI Punya Kekuatan Untuk Damaikan Rusia-Ukraina

"Ini menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam upaya mendamaikan kedua belah pihak," kata dia.

Fadel juga melihat, momentum terbaik Indonesia berperan di kancah dunia dalam menciptakan perdamaian dunia ada pada saat ini. Posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 cukup strategis mewakili kepentingan kekuatan dunia karena negara-negara anggota G20 meliputi 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.

Kemudian Indonesia dalam posisi netral dan kedekatan dengan kedua negara yang sedang bertikai memiliki nilai lebih. "Karena itu momentum ini harus diambil. Kita berdoa semoga perjuangan Presiden mendamaikan Rusia-Ukraina bisa berhasil," pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.