Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lestari: Repatriasi Prasasti Pucangan Upaya Penanaman Nilai Kebangsaan

Kamis, 15 September 2022 12:25 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dalam proses pembangunan sangat penting. Repatriasi Prasasti Pucangan, yang mengandung nilai-nilai kebangsaan pada masa Raja Airlangga, merupakan bagian upaya negara untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada setiap anak bangsa.

"Repatriasi Prasasti Pucangan selain didorong karena nilai historisitasnya, juga merupakan bukti sudah diterapkannya nilai-nilai kebangsaan di masa itu. Apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah dan semua pihak yang terlibat dalam percepatan proses repatriasi Prasasti Pucangan ke tanah air," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Repatriasi Prasasti Pucangan dari India yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 bersama DPP Partai NasDem Bidang Pendidikan dan Kebudayaan dan Bidang Hubungan Sayap dan Badan, Rabu (14/9).

Berita Terkait : Atasi Krisis Pangan, PUPR Pantau Pasokan Air Di NTT

Diskusi yang dimoderatori Dr. Irwansyah (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu dihadiri Muhammad Farhan (Anggota Komisi I DPR RI), Ratih Megasari Singkarru (Anggota Komisi X DPR RI), Y.M Ina Hagningtyas Krisnamurthi (Duta Besar RI untuk Republik India), Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI), Prof. Badri Munir Sukoco, (Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga), Prof. Agus Aris Munandar (Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia) dan Dr. Ninny Susanti Tejowasono (Ketua Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia) sebagai narasumber.

Menurut Lestari, Prasasti Pucangan mengungkapkan pentingnya nilai persatuan yang lahir dari hubungan sosial yang harmonis yang dipraktikkan pada pemerintahan Raja Airlangga, kendati petaka seperti perang, bencana dan persaingan kekuasaan antarkerajaan tak bisa dihindari.

Berita Terkait : Survei: Mayoritas Pendukung Puan Maharani Warga Pedesaan

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat lewat Prasasti Pucangan kita bisa memahami bahwa keragaman Indonesia hari ini bukan proses sesaat. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menilai keterhubungan emosi dan ideologi suatu bangsa menjadi penentu pelestarian setiap benda bersejarah yang dimiliki. 

Tanpa keterkaitan emosi dan ideologi, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, sejarah dengan segala kekayaannya hanya akan menjadi catatan masa lalu tanpa implikasi berarti dalam perjalanan suatu bangsa.
 Selanjutnya