Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dia mengingatkan, kondisi dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Bahkan sudah ada negara yang kelaparan dan beberapa negera menyetop ekspornya karena perubahan cuaca. Kebijakan menghentikan ekspor ini diambil untuk memastikan pasokan dalam negeri tetap aman.
“Mau tidak mau kita harus menuju swasembada dan harus berdiri di kaki sendiri. Kenapa? Karena Indonesia bisa mengoptimalkan potensi tersebut,” ujar Amran dalam rapat koordinasi Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten se-Indonesia, kemarin.
Amran bilang, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan sebuah keharusan untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada. Namun demikian, kolaborasi dan akselerasi harus berbuah pada perluasan tanam dan produksi di masa panen mendatang.
Baca juga : Produksi Susut, Harga Gula Merangkak Naik
“Kita akan melakukan akselerasi di semua daerah karena ada potensi. Dulu kita pernah lakukan selamatkan rawa di 8 provinsi. Rawa ini akan kita jadikan IP2 dan itulah target kita. Kalau semua ini bisa kita lakukan Insyaallah masalah pertanian beres. Minimal tahun depan impor berkurang,” tegasnya.
Tak lupa, Amran langsung menanyakan kesiapan para kepala dinas baik yang hadir secara langsung maupun melalui zoom untuk mengawal produksi pangan.
Beberapa Kepala Dinas menyatakan, hasil produksi tahun ini mengalami peningkatan. Namun beberapa daerah lainya mengalami penurunan akibat perbaikan irigasi yang belum selesai maupun perubahan cuaca ekstrem yang baru selesai.
Baca juga : OSO: Saya Ingin Indonesia Lebih Sejahtera
Dinas Pertanian Jawa Timur melaporkan ada peningkatan produksi tahun ini 8,34 persen. Jawa Tengah melaporkan penurunan produksi, salah satu penyebabnya El Nino. Jawa Barat diprediksai turun produksi karena ada perbaikan irigasi yang menyebabkan rencana tanamnya bergeser 4 bulan. “Tapi tahun depan kita optimistis naik pak,” ujar Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat.
Plh Sekretaris Jenderal Kementan Prihasto Setyanto menambahkan, target tahun depan adalah mengoptimalkan lahan rawa satu juta hektare.
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan lahan tadah hujan seluas satu juta hektare.
Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Jumat 27 Oktober, Hadir Di Polsek Caringin
“Tahun 2024 kita akan melakukan langkah akselerasi optimasi lahan rawa satu juta hektare dan lahan tadah hujan satu juta hektare,” jelasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 31/10/2023 dengan judul Amran Kembali Ke Ragunan, Perkuat Lagi Sektor Pertanian
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya